Genosida di Gaza Tak Butuh Sekedar Kecaman

Oleh: Rini Fajri Yanti
datariau.com
949 view
Genosida di Gaza Tak Butuh Sekedar Kecaman
Ilustrasi. (Foto: Epaper Media Indoensia)

DATARIAU.COM - Genosida di Gaza oleh Zionis Yahudi terus berlanjut hingga hari ini. Sudah 333 hari atau hampir satu tahun kondisi mencekam ini berlangsung tanpa ada jalan keluar yang pasti untuk mengakhiri kebiadaban Zionis tersebut. Sejak 7 Oktober tahun lalu, sudah 40.738 orang yang syahid dan 94.154 yang terluka di bumi para Nabi itu. Sebuah kenyataan yang menyesakkan dada, namun yang berkuasa hanya melihat saja.

Dilansir dari situs Kabar 24, Ketua DPR RI Puan Maharani kembali menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dan Ukraina dalam forum internasional Indonesia-Africa Parliamentary Forum (IAPF) atau forum parlemen Indonesia dengan negara-nehara Afrika di Bali pada Ahad (1/9/2024).

"Kita terus mendorong dan berusaha, baik melalui DPR RI maupun melalui jalur pemerintah," katanya.

Menurutnya kemerdekaan Palestina itu adalah satu hal yang harus dilakukan, bagaimana caranya yaitu melalui diplomasidan negosisi secara damai.

Kecaman Hanya Pencitraan


Seruan serupa telah disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) pada bulan Mei lalu, yang mengumumkan dukungan Indonesia terhadap putusan Mahkamah Internasional yang memerintahkan Israel segera menghentikan operasi militernya di Rafah.

Presiden Joko Widodo juga mengecam keras serangan militer Israel ke Rafah, yang disampaikannya pada Sabtu 1 Juni 2024 di Dumai, Pekanbaru.

"Meskipun sudah berkali-kali saya sampaikan, tapi saya ingin mengulang lagi bahwa Indonesia mengecam keras serangan Israel ke Rafah,” tegasnya.

Kecaman demi kecaman yang dilontarkan oleh pejabat dan pemimpin negara Indonesia dengan populasi Muslim kedua terbesar di dunia, juga oleh para pemimpin negeri kaum muslim lainnya, bahkan Mahkamah Internasional yang memerintahkan Israel menghentikan serangan brutal ke Rafah, semua itu tak lebih sekedar pencitraan.

Terbukti sejak 7 Oktober 2023 hingga hari ini sudah 333 hari genosida berlangsung tidak bisa dihentikan dengan sekedar kecaman.

Di sisi lain, negeri-negeri kaum muslim seperti Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, dan lain-lain tetap menjalankan kerjasamanya dengan zionis yahudi, padahal saudara-saudara muslim mereka telah habis dibantai oleh entitas ini.

Negara-negara adidaya seperti AS, Jerman, Inggris dan lain-lain tak berhenti mengirimkan pasokan senjata, pesawat, rudal, tank dan peralatan militer lainnya kepada zionis yahudi selama genosida ini berlangsung.

Nampak jelas bahwa kecaman, seruan, dan perintah untuk menghentikan genosida ini hanya formalitas dan pencitraan yang tidak berguna sama sekali. Masing-masing negara hanya memikirkan kepentingannya bukan keselamatan Muslim Gaza dan pembebasan Palestina.

Akhiri Genosida dengan Aksi Nyata


Sejatinya Islam membangun dan menjaga ukhuwah diantara kaum muslimin dengan landasan akidah. Setiap mukmin adalah saudara, tidak boleh membiarkan saudaranya terganggu kehormatannya bahkan terdzalimi seperti apa yang terjadi pada saudara kita di Gaza. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara" (QS. Al-Hujurat:10)

Juga hadits Rasulullah: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya). (HR. Bukhari dan Muslim).

Lemahnya ukhuwah Islamiyah diantara Kaum Muslim saat ini karena batas-batas negara yang menjadi sekat penghalang persatuan kaum Muslim. Akibatnya kaum Muslim hari ini dicetak oleh negeri-negerinya untuk merasa cukup dengan kecaman, pemboikotan dan mengirimkan bantuan saja, serta merasa tidak berdaya melawan zionis yahudi secara militer. Inilah buah penerapan sistem sekulerisme kapitalis.

Berbeda dengan negara yang menerapkan sistem Islam secara sempurna, maka negara akan mewujudkan ukhuwah Islamiyah sesuai perintah Allah. Negara juga berperan menanamkan sikap yang benar kepada kaum Muslim terhadap saudara Muslim lainnya, terlebih dalam kondisi dijajah seperti di Palestina.

Allah berfirman: Allah sekali-kali tidak akan menjadikan orang-orang kafir jalan untuk menguasai orang yang beriman. (QS. An-Nisa:141)

Sikap kaum Muslim harusnya tidak membiarkan orang kafir menguasai atau menjajah kaum Muslim lainnya. Kebengisan zionis yahudi seharusnya dilawan dengan tentara militer yang sepadan, bukan hanya kecaman, pemboikotan dan pengiriman bantuan yang tidak menyentuh pendudukannya di sana.

Islam memerintahkan jihad untuk memerangi musuh-musuh Islam, yang merebut tanah kaum Muslim, serta merampas harta dan nyawa mereka. Para pemimpin negeri-negeri kaum Muslim hari ini seharusnya mengirimkan tentara-tentara mereka untuk memerangi militer zionis yahudi di Palestina. Namun muslim Gaza harus menelan pil pahit dan berjuang sendiri karena pemimpin-pemimpin kaum Muslim hanya berdiam diri.

Jihad yang merupakan perintah Allah hanya bisa dijalankan oleh negara yang berasaskan akidah Islam pula, negara yang berdiri untuk menegakkan syariat-syariat Islam dan mengemban dakwah Islam. Wallahu a'lam bishawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)