Fatherless Bukan Takdir, Tetapi Masalah Sistematik

Oleh: Casima
datariau.com
1.653 view
Fatherless Bukan Takdir, Tetapi Masalah Sistematik
DATARIAU.COM - Belakangan ini, issu Fatherless menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini dikarenakan data dari BKKBN pada tahun 2025, 20,9% anak Indonesia mengalami fatherless, artinya meningkatkan lebih dari 25% dari total populasi keluarga.


Apa sebenarnya fenomena Fatherless itu? Dan seberapa besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak?


Fatherless dapat dipahami dalam dua arti, pertama kealpaan ayah dalam arti sebenarnya akibat perceraian atau meninggal dunia, kedua kurang maksimalnya peran ayah dalam proses pengasuhan hidup anak, baik secara fisik maupun secara psikologis.


Fatherless tidak dapat dianggap sebagai masalah yang sepele. Pertumbuhan fisik maupun psikologis anak tetap memerlukan perhatian serta bimbingan dari kedua orang tuanya. Namun, tidak sedikit keluarga yang mengabaikan masalah ini.


Hilangnya rasa tanggung jawab dan tidak ada peran aktif seorang ayah dalam kehidupan sehari-hari anak, merupakan akibat dari penerapan sistem kita saat ini. Ya, sekulerisme-liberalisasi. Sekulerisme telah menjauhkan agama dari kehidupan, memisahkan poin penting ini dari kehidupan kita, maka akan menghadirkan masalah besar.


Sekularisme juga melahirkan keluarga yang berorientasi pada materi. Sosok ayah hanya terfokus mencari nafkah saja, mengabaikan perannya sebagai seorang qawwam, yang mempunyai tanggung jawab untuk mendidik, membimbing serta melindungi dan memastikan anggota keluarga menerapkan nilai-nilai Islam secara totalitas.


Sementara, peran ibu tergerus kapitalisme. Tidak optimal dan maksimal. Sebab tekanan ekonomi yang memaksa ibu harus bekerja. Peran ibu pun menjadi berkurang. Anak pun kekurangan kasih sayang dan perhatian.


Di dalam Islam peran ayah dan ibu sama-sama mempunyai fungsi penting harus seiring sejalan. Islam sebagai diin yang sempurna telah memberikan peran yang sangat penting pada sosok ayah dalam keluarga, yakni sebagai pemimpin keluarga (lihat QS An-Nisa: 34), sekaligus berkewajiban menafkahi semua anggota keluarganya (lihat QS Al-Baqarah: 233).

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)