Efektifitas Pembelajaran Daring

datariau.com
689 view
Efektifitas Pembelajaran Daring
Rendy Saputra

DATARIAU.COM - Masa pandemik Covid 19 belum berakhir bahkan di New Normal ini. Anak sekolah sudah belajar di rumah berbulan-bulan. Ada rasa rindu ingin masuk sekolah, karena di rumah merasa bosan. Hal ini juga dirasakan orang tua dan guru, yang ingin kegiatan belajar-mengajar di sekolah segera dilakukan. Namun apa daya, kondisi seperti sekarang tidak dapat ditoleransi, karena jika memaksakan kehendak dikhawatirkan penularan Covid-19 makin merajalela. Sehingga pembelajaran yang harusnya dilakukan di sekolah, diubah dengan sistem daring.

Tujuannya adalah siswa tetap berada di rumah sehingga tidak mudah terpapar Covid-19. Sebab, jika sampai terkena dampaknya akan sangat merugikan siswa, apalagi jika menular ke teman lainnya. Sikap kehati-hatian ini menjadi penting, bukan untuk sematamata mengatasi ketertinggalan dalam pembelajaran, tetapi sikap waspada sesuai protokol kesehatan lebih diutamakan.

Anak-anak sudah tidak masuk sekolah sejak awal Maret. Mereka menerima pemebalajaran secara daring, ada yang lewat WA, email, zoom, dan ada yang mengambil tugas ke sekolah karena tidak memiliki ponsel. Ada juga guru yang harus ke rumah, karena siswa tidak diperbolehkan datang ke sekolah. Semua ini dilakukan agar anak-anak tetap mendapat pembelajaran, sesuai tema yang harus dicapai.

Pertanyaannya, efektifkah pembelajaran daring ini? Jawabnya tergantung pada kondisi masing-masing. Sebab, jika dianggap efektif, jelas pembelajaran daring berbeda jauh dari pembelajaran tatap muka, tetapi jika dianggap tidak efektif, padahal inilah satu-satunya metode atau cara yang harus dilakukan agar siswa tetap memperoleh pendidikan dari gurunya walaupun di rumah.

Mengukur tingkat keberhasilan melalui pembelajaran daring terhadap siswa memang sebaiknya dilakukan evaluasi, dan juga untuk mengetahui seberapa besar manfaat pembelajaran daring bagi siswa. Akan tetapi jangan dijadikan semata-mata untuk menjustifikasi bahwa kegiatan seperti itu nanti ada yang menganggap tidak berguna, tidak penting, pemborosan, dan sebagainya.

Jika itu yang jadi alat ukur jelas pembelajaran daring, apalagi guru memberi tugas lewat WA, akan dianggap sangat membebani, karena siswa harus beli kuota paket yang tidak sedikit. Hal ini sebelumnya sudah banyak dikeluhkan orang tua bahwa ada tambahan pengeluaran untuk beli kuota yang besar untuk pembelajaran daring.

Lalu cara yang efektif pada masa pandemik Covid-19 ini bagaimana sebaiknya. Mencermati hal ini, sama-sama dipandang sesuatu yang saling menguntungkan dan tidak memberatkan siswa dan guru. Tentu perlu dicari solusi yang tepat. Apalagi sebagian pengamat pendidikan menyatakan bahwa kebanyakan guru kita belum siap dengan model pembelajaran daring. Katanya banyak guru yang belum memiliki kemampuan di bidang IT.

Disadari atau tidak, sistem pendidikan kita ini lebih mengacu pada orientasi hasil dan kejar target materi, padahal yang sebenarnya harus diperbaiki adalah dasar fondasi pendidikan sesuai dengan tingkatannya, yaitu penanaman budi pekerti, keterampilan, dan kecerdasan. Tidak boleh terlalu mengejar tingkat kepandaian, tetapi lupa pendidikan budi pekertinya. Sebab, jika ini diteruskan, fondasi pendidikan akan roboh, anak-anak akan menjadi orang-orang yang egonya tinggi tanpa memedulikan nilai toleransi, saling menyayangi, saling membantu, dan seterusnya.

Peran guru pada masa pandemic Covid-19 sangat besar, guru harus merancang pembelajaran daring yang efektif dan siswa merasa senang, jangan sampai pembelajaran daring dilakukan dengan cara yang tidak tepat, misalnya guru memberi tugas kepada siswa di rumah terlalu banyak, hal ini akan menambah beban bagi siswa. Belum lagi biaya kuota paket internet yang harus dibeli.

Sebetulnya model pembelajaran daring saat pandemik Covid-19 atau pada waktu New Normal tidak ada salahnya, sebab model pembelajaran ini nyatanya mudah dilakukan, terutama saat ini. Jadi tinggal bagaimana mengemas pembelajaran daring ini agar lebih efektif dan berhasil dengan baik, itu yang harus dijalankan. (*)

Nama Penulis: Rendy Saputra

Grup: 63

DPL: Dr Irwandra MA.

Penulis
: Rendy Saputra
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)