Dampak Corona Virus Bagi Mahasiswa Uin Suska Riau

Ruslan
509 view
Dampak Corona Virus Bagi Mahasiswa Uin Suska Riau
Foto: Pinterest.com

PEKANBARU, datariau.com - Corona Virus atau yang akrab disebut dengan Covid-19 ini sudah menggemparkan seluruh dunia sejak akhir tahun 2019. Virus ini sudah ditemukan pertama kali di kota Wuhan China.

Hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, mendebarkan seluruh isi dunia.

Semuanya sudah merasakan dampak dari corona virus ini. Dari segi perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama, terutama pada dunia pendidikan.

Sudah hampir empat semester mahasiswa UIN Suska menjalani sistem perkuliahan daring. Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (Covid-19) tepatnya pada tanggal 16 Maret 2020 telah ditetapkan metode pembelajaran secara berani.

Perkuliahan Online atau daring merupakan sistem perkuliahan tanpa tatap muka secara langsung, antara dosen dengan mahasiswa tetapi perkuliahan dilakukan melalui jaringan internet seperti via Whatsapp, Zoom, dan Google Meet.

Perkuliahan secara daring harusnya mendorong mahasiswa menjadi lebih kreatif, dapat mengakses sebanyak mungkin materi kuliah. Namun dikarenakan tidak sedikit dari mahasiswa yang tidak faham akan penyampaian materi via daring. Seperti ketika dalam penyampaian materi tiba-tiba listrik padam dan jaringan internet juga ikut padam.

Dan juga ada beberapa faktor yang menghambat terlaksananya efektifitas perkuliahan daring, diantaranya:

Jaringan internet, perkuliahan online tidak lepas dari penggunaan jaringan internet, penggunaan jaringan seluler terkadang tidak stabil karena letak tempat tinggal yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.

Biaya, jaringan internet yang sangat dibutuhkan dalam perkuliahan daring menjadi masalah tersendiri, kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak.

Dapat kita lihat kesenjangan ini dengan melihat perbedaan kecepatan internet di berbagai daerah.

Orang-orang di pusat kota sering menikmati internet yang jauh lebih lancar dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah yang kurang berkembang. Mahasiswa UIN Suska terbilang sangat banyak yang berasal dari luar daerah.

Mahasiswa-mahasiswa perantauan ini akan berada dalam kondisi kerentanan baik secara sosial maupun ekonomi. Memang, kebijakan perkuliahan sistem daring yang kini diterapkan sebenernya membuka peluang mahasiswa belajar darimanapun, salah satunya dari rumah.

Perkuliahan daring hingga batas waktu yang belum ditentukan bisa menjadi kesempatan mahasiswa untuk pulang ke kampung halaman mereka masing-masing.

Salahnya tidak semua dari mahasiswa bisa pulang ke kampung halamannya, berbagai hal menjadi alasan bagi mahasiswa untuk tetap tinggal di daerah rantau tempat mereka menuntut ilmu.

Alasan pertama, tetap berjalan biaya sewa kosan perbulan yang bisa dikatakan tidak sedikit nominalnya walaupun tidak dihuni. Ini menjadi alasan bagi mahasiswa untuk tetap tinggal di daerah rantau, karena faktor ekonomi juga salah satunya.

Alasan kedua, bagi mahasiswa yang berasal dari daerah pelosok, boleh jadi keterbatasan kualitas jaringan internet membuat mereka berpikir ulang untuk kembali ke kampung halamannya.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga kita semua bisa menghadapi ujian kehidupan ini dan semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang semakin baik lagi dalam menjalani kehidupan akhir zaman. Dengan memperbaiki diri, rajin ibadah, rajin sedekah insyaallah, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mudahkan, aamiin. (*)

Penulis: Siti Rofiah (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sulthan Syarief Kasim Riau)

Penulis
: Siti Rofiah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)