DATARIAU.COM - Fenomena saat ini covid-19 yang merupakan penyakit yang diperangi manusia dari belahan dunia manapun, untuk itu masyarakat atau pun pemerintah mencari solusi pencegahan tersebut salah satunya ialah dengan menggunakan masker. Sehingga banyak dari sudut kalangan masyarakat yang menjual dadakan masker beragam warna dan bentuknya. Mengambil sebuah kentungan dimana sedang mengalami krisis perekonomian dan mencari celah yang merupakan incaran sebuah masyarakat pada umumnya. Masker yang saat ini kita lihat bukan menjadi bahan untuk pencegahan masuknya penyakit melainkan sebuah ajang trend dan hanya mengikuti peraturan yang ada pada daerah tersebut untuk keluar rumah padahal fungsinya sudah sangat jelas untuk menghindari terkena paparan virus.
Masker merupakan alat pencegahan penyakit melaui udara dan melindungi dari saluran pernafasan atau pun percikan bersin dan batuk orang lain. Untuk itu masker menjadi incaran semua kalangan masyarakat demi mengantisipasi sebuah paparan penyakit yang ada. Sehingga dengan demikian tak banyak masyrakat berimajinasi untuk membuat masker sendiri yang sesuai dengan keinginan mereka.
Menurut data kesehatan dunia (WHO) Masker menjadi penting di tengah pandemi Covid-19 setelah beberapa negara yang menerapkan aturan ketat pemakaian masker terbukti mampu menekan angka penularan. Penelitian di AS juga menyebutkan bahwa cairan yang dikeluarkan saat bersin dan batuk bisa mencapai 6-8 meter. Padahal, sebelumnya WHO menyarankan agar orang sehat tidak perlu memakai masker. Cukup jaga jarak sekitar 2 meter. Itu diyakini sebagai jarak aman dari penularan ketika ada orang bersin atau batuk.
WHO membuka diskusi lagi untuk melihat bukti-bukti baru guna menentukan apakah bakal ada atau tidaknya perubahan dalam rekomendasi penggunaan masker.
Seperti kita ketahui untuk saat ini pekanbaru memberlakukan PSBB dan dengan adanya PSBB (17/4/2020) masyarakat harus menggunakan masker dan sepeda motor tidak boleh membawa penumpang untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. Demikian betapa pentingnya masker untuk masyarakat Riau ada umumnya.
Untuk itu pemahaman akan sebuah masker ini penting bagi masyarakat untuk mengetahui mana yang sesuai dengan anjuran dokter dan mana yang tidak sesuai untuk digunakan kelayakannya. Pemahan ini penting guna mengetahui masker yang layak dipakai oleh masyarakat, dengan melihat kondisi saat ini banyaknya pedagang dadakan akan jual berbagai macam masker tetapi dengan standar masker yang seadanya dan banyak masker yang bisa dikatakan tidak tepat untuk digunakan dengan bahan yang tipis atau sebagainya.
Hal ini mengacu kepada sebuah kearifan masyarakat mengenai sebuah pengetahuan akan virus Covid-19. Bukan hanya itu masyarakat juga harus mempertimbangkan sebuah kelayakan yang akan digunakan apabila cara untuk menghindari Virus Covid-19. Untuk itu mencegah sebah penularan virus kita dianjurkan untuk menjaga jarak dengan siapapun hal ini membuat dari semua kalangan masyarakat dengan masker dadakan yang sesimpel mungkin.
Tapi jika kita lihat untuk saat ini masker yang mayoritas dibuat masyarakat menghilangkan nilai-nilai akan mencegah dan manfaatnya untuk terhindar dari sebuah virus. Melainkan hanya sebuah gaya yang menjadi sebatas pemakian dari kalangan masyarakat, sehingga beranggapan sudah makai masker yah sudah berarti sudah mengikuti sebuah penanganan tanpa meliat dari kualitas simasker tersebut. Dan hanya sebatas mengikuti peraturan pemerintah.
Sehingga masker untuk saat ini yang banyak kita lihat merupakan masker kain yang bisa dipakai setiap hari oleh masyarakat sehingga masyarakat pun harus rutin mencucinya. Trend masker iniah yang jadi sorotan akibat adanya wabah covid-19 sehingga di sini penulis menghimbau agar sama-sama kita menggunaan masker apabila keluar dari rumah dan ikuti anjuran pemerintah. Karna kita tidak tahu dari mana datangnya virus tersebut maka dari itu sebelum terkena lebih baik kita menghindri dari pada mengobati.(*)
*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Riau