Oleh : Mabrur Zami

Polemik Impor Sampah

datariau.com
1.047 view
Polemik Impor Sampah
DATARIAU.COM - Sampah impor belakangan ramai dibicarakan. Betapa tidak, ratusan ribu ton barang buangan yang tak lagi dipakai di sebuah negara malah dikirim ke Indonesia. Pemerintah tegas, akan segera mengirim kembali sampah itu ke negara asalnya.

Seperti ditayangkan Liputan6 Sctv, Selasa (16/7/2019) lalu ada 65 kontainer berisi sampah impor tiba di pelabuhan Batu Kampar, Batam,  kepulauan Riau dari Amerika dan Eropa. Sampah-sampah tersebut ditahan Bea Cukai karena diduga tercemar limbah B3. Kecurigaan muncul karena didapati bahan plastik, botol, hingga popok bayi bekas pakai dalam kontainer.

Seperti halnya terjadi impor sampah di Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, petugas Bea Cukai menemukan hal serupa di dalam 8 kontainer. Dalam laporan dokumennya, tertulis kertas bekas, ternyata isinya kaleng bekas, botol plastik, hingga popok bayi menyelip di tumpukan kertas.

Di Tanjung Perak dilakukan reekspor 5 kontainer di pertengahan Juni, Batam ada 65 kontainer yang telah dilakukan pemeriksaan, dari 65 kontainer, kedapatan 49 yang tercampur sampah atau limbah B3. Proses pengembalian kontainer ke negara asalnya tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), dimana yang menanggung seluruh biaya untuk pengembalian tersebut adalah pihak importir.

Ada tiga negara pengekspor sampah terbesar ke Indonesia, dalam kurun Januari hingga November 2018, yakni Inggris 67,8 ribu ton,  Jerman terbanyak kedua yakni 59,6 ribu 68 ton, Australia 48,1 ribu ton, Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Belgia, Perancis, Spanyol, dan Hong Kong.

Akibat penumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari dapat menimbulkan penyakit karena terjadi pembusukan. Dampak lainnya yaitu dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap dan tidak elok dipandang mata.

Impor sampah tidak sepenuhnya salah, selain industri kertas, para perajin tahu di Sidiarjo ternyata juga menggunakannya sebagai bahan bakar dalam produksinya. (*)

Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Abdurrab.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)