DATARIAU.COM - Kata optimisme dan pesimisme sudah sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam berbagai hal kedua kata tersebut sangat berperan dalam kehidupan setiap individu. Optimisme dan pesimisme juga banyak mempengaruhi dalam suatu pembelajaran di dunia pendidikan zaman sekarang. Optimisme dan pesimisme memiliki dua makna yang saling bertolak belakang. Optimisme digambarkan sebagai emosi positif sedangkan pesimisme digambarkan sebagai emosi negatif. Disini akan dijelaskan mengenai optimisme dan pesimisme. Bagaimana hubungan dari pesimisme dan optimisme, serta maanfaat dari kedua hal tersebut.
Sikap optimis disebut dengan optimisme. Optimisme adalah kepercayaan bahwa kejadian di masa depan akan memiliki hasil yang positif (Scheier, Carver, dan Bridges, 2001). Optimisme merupakan sikap selalu memiliki harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Dengan kata lain optimisme adalah cara berpikir atau paradigma berpikir positif (Carver & Scheier 1993). Orang yang optimis adalah orang yang memiliki ekspektasi yang baik pada masa depan dalam kehidupannya. Masa depan mencakup tujuan dan harapan-harapan yang baik dan positif mencakup seluruh aspek kehidupannya (Scheier dan Carver, dalam Snyder, 2002). Optimisme juga termasuk kedalam psikologi positif, dimana saat ini banyak ahli psikolog yang menerapkan berbagai metode dan ilmu dalam psikologi positif.
Dalam menumbuhkan optimisme diperlukannya usaha yang harus dilakukan oleh individu. Usaha menumbuhkan optimisme terhadap masa depan merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar individu memiliki cara berpikir yang positif terhadap kondisi yang mereka alami dan mempunyai harapan terhadap masa depan dalam kehidupannya di masa depan. Usaha yang dapat digunakan untuk meningkatkan optimisme adalah pembentukan karakter spiritual, pembiasaan pemikiran positif, meningkatkan, bersyukur, senang memaafkan dan lain sebagainya. Pemikiran optimisme memberi dukungan pada individu menuju hidup yang berhasil dalam setiap aktivitas. Adanya optimisme, individu akan lebih baik dalam melewati permasalahan dalam hidupnya karena optimisme membuat individu memiliki energi tinggi, bekerja keras untuk melakukan hal penting.
Dalam dunia pendidikan optimisme mendorong seseorang untuk melakukan berbagai hal yang terbaik untuk mencapai prestasi. Selain itu optimisme seseorang memiliki hubungan positif dengan pengelolaan stres akademik pada pelajar yang sedang menjalankan pendidikan. Dimana saat belajar banyaknya tugas yang diberikan oleh setiap guru, terkadang itu mampu membuat seseorang atau individu merasa stress. Namun seseorang yang memiliki optimisme dalam dirinya, cenderung mampu mengatasi stres yang dialaminya.
Sebagai seorang pelajar harus selalu mencoba menerapkan sikap optimis dalam pembelajaran di dunia pendidikan. Dan menyadari dengan adanya sikap optimis akan membawa dampak positif dalam kehidupan. Sikap optimis membuat seseorang menjadi lebih semangat dalam menjalankan pendidikan dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Untuk menumbuhkan sikap optimis harus mencoba menyukai hal-hal yang mungkin tidak disukai, dan mencoba menguasai apa yang belum dikuasai. Dalam menjalankan pendidikan juga sering merasakan stress akibat tugas-tugas yang banyak, namun dengan adanya sikap optimis membuat seseorang kembali bersemangat dalam mengerjakan tugas dengan baik, benar dan ikhlas.
Konsep optimisme erat kaitannya dengan pesimisme. Pesimisme merupakan kebalikan dari optimisme. Pesimisme merupakan suatu pemikiran yang muncul di dalam diri individu yang beranggapan atau memikirkan bahwa apa yang terjadi akan berdampak buruk atau tidak bagus. Pesimisme ini merupakan pemikiran yang negatif yang muncul dalam diri individu karena individu tersebut tidak optimis dan merasa tidak memiliki harapan. Pesimisme bukan sekadar berpikir negatif, pesimisme juga mencakup sikap yang berfokus pada tujuan, sesuatu yang diperkirakan terjadi di kemudian hari. Orang yang pesimistis justru menduga hasil negatif cenderung akan terjadi. Sikap pesimisme ini akan membawa diri individu kedalam keputus asaan yang berakibat terhadap penurunan kualitas diri individu tersebut.
Sikap pesimis juga berhubungan dengan suasana hati yang negatif. Ketika diposisikan dalam suasana hati yang baik, seseorang yang pesimistis tidak mampu menyelesaikan masalah. Namun, ketika ditempatkan dalam suasana hati yang negatif, atau diberi tahu kemungkinan buruk yang akan terjadi, kinerja mereka menjadi jauh lebih baik. Salah satu faktor yang ada dalam pesimisme ialah adanya ekspektasi yang rendah untuk rencana dan situasi tertentu, misalnya membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Namun, seorang dengan sikap pesimistis dapat merencanakan berbagai tindakan untuk memastikan kemungkinan buruk yang dibayangkan tidak akan terjadi.
Dari yang telah dijelaskan tersebut pesimisme tidak hanya berupa hal negatif, tetapi pesimisme juga dapat menjadi hal yang positif jika individu tersebut mampu mengubah hal negatif tersebut menjadi positif. Individu tersebut harus berusaha merubah apa yang ada di dalam pikirannya tersebut untuk tidak benar-benar menjadi kenyataan. Pesimisme bisa menjadi suatu dorongan bagi individu untuk berusaha menjadi lebih baik dan menggunakan kemampuan yang dimilikinya semaksimal mungkin.
Sebagian pelajar terkadang sering merasa pesimis dengan tugas-tugas yang dibuat dan ketika mengikuti ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Terkadang sering berfikir hasil yang didapat akan rendah, namun walaupun sering juga merasa pesimis, harus mencoba melakukan hal yang sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam proses pembelajaran di jenjang pendidikan. Mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut dan selalu berdoa untuk hal yang terbaik dalam kehidupan terutama dalam pendidikan.
Ada beberapa cara sederhana untuk mengubah sikap pesimis menjadi optimis, yaitu sebagai berikut:
1. Jangan mencoba untuk bahagia
2. Banyak-banyak bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT
3. Belajarlah memikirkan hal yang positif agar mendapatkan hasil yang positif
4. Pikirkan hari ini adalah akhir dari kehidupan
5. Jangan salahkan diri sendiri
6. Bertemanlah dengan orang yang optimis
7. Menuliskan hal-hal baik setiap hari
8. Jangan sungkan untuk berterimakasih (*)