Negara Harus Lebih Ketat Mengontrol Masyarakat di Era New Normal

577 view
Negara Harus Lebih Ketat Mengontrol Masyarakat di Era New Normal
Ilustrasi (Foto: Int)
Peran Negara dalam mengontrol masyarakat untuk tetap disiplin dengan protokol kesehatan sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran virus corona.

DATARIAU.COM - Dilansir dari aa.com.tr (4 Juli 2020) Pemerintah mengatakan anggaran kesehatan untuk penanganan covid-19 yang sebesar Rp.87,55 Triliun tidak akan bertambah hingga akhir tahun walaupun kasus covid-19 saat ini semakin banyak  dengan jumlah penambahan rata-rata perhari di atas 1000 kasus.

Seperti yang sudah kita ketahui adanya imbauan pemerintah atas kebijakan new normal serta pelonggaran PSBB dibeberapa sektor membuat semakin banyaknya kasus covid-19, dikarenakan semenjak dideklarasikan hal ini masyarakat pun mulai berantusias untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Kebijakan New Normal dianggap oleh masyarakat sudah dalam keadaan normal dan rakyat pun sudah bisa melakukan aktivitas bebas. Padahal sesugguhnya kebijakan new normal ini punya aturan sesuai protokol kesehatan yang mana tetap sering melakukan cuci tangan, menggunakan masker dan melakukan social distancing.

Kebijakan new normal dan pelonggaran PSBB ini membuat masyarakat mulai berantusias pergi ke tempat-tempat keramaian bahkan sampai keluar daerah atau pun kota. Masyarakat sesungguhnya mengerti akan bahayanya ketika kita tidak mematuhi protokol kesehatan, tetapi kenyataan fakta yang ada menjawab bahwa protokol kesehatan mulai diabaikan oleh masyarakat.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa orang yang terkena covid-19, yang mempunyai imunitas tinggi sekalipun dapat menularkan keimunitas yang lemah. Seharusnya dengan hal yang semacam ini Negara harus lebih ketat penanganannya dalam hal mengontrol masyarakat dalam melakukan aktivitasnya sehari hari baik di tempat keramaian maupun di tempat mereka bekerja. Kalau tidak adanya peran Negara dalam mengontrol masyarakat untuk tetap disiplin dengan protokol kesehatan tentunya kasus covid-19 ini akan bertambah secara terus menerus. Keabaian masyarakat terhadap protokol kesehatan disebabkan oleh ketidakpahamam dan sikap acuh masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

Tetapi sampai detik ini new normal dan pelonggaran PSBB masih dijalankan karena mempertimbangkan beberapa faktor yang terutama adalah faktor ekonomi, karena ekonomi rakyat saja seperti keluarga, harus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, tanpa bekerja dari luar bagaimana bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari hari.

 

Inilah buah dari kapitalisme, yang mana standar hidupnya hanya mementingkan materi saja, tanpa mementingkan rakyat walaupun harus nyawa taruhannya. Jika segalanya sesuai dengan syariat islam tentunya hal ini tidak akan pernah terjadi berulang ulang.(*)

Wallahualam bisowab.

Penulis
: Ummu Husna
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)