NATUNA, datariau.com - Menanggapi statemen atau komentar yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Natuna di media massa, berkairan wisata Natuna, Kadisparbud Natuna Erson Gempa Afriandi memberikan tanggapan.
Erson menegaskan, dirinya sangat senang ada kritikan dan tidak tersinggung sedikitpun dengan statemen yang disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Natuna tersebut, namun menurutnya statemen itu tidak dengan data yang otentik.
"Saya berterimakasih atas segaka kritikan yang sudah disampaikan, sedikitpun saya tidak ada tersinggung. Cuma saya harus klarifikasi karena ada statemen-statemen beliau yang saya nilai tidak didukung oleh data-data," ungkap Erson ketika dikonfirmasi datariau.com, Jumat (29/12/2017).
Dijelaskannya, statemen yang dilontarkan Ketua Komisi II DPRD Natuna dalam pemberitaan yang tayang di Datariau.com dengan judul "Ini Saran DPRD Agar Wisata Natuna Diminati Masyarakat" bahwa wisata Natuna dari tahun ke tahun tidak peningkatan, maka dijelaskan Erson bahwa dia mempertanyakan statemen Ketua Komisi II DPRD Natuna ini berdasarkan data dari mana.
"Kalau dia katakan seperti itu, logikanya Dinas Pariwisata ini sudah tidak ada lagi dan tidak bekerja sama sekali, dan kunjungan wisata ke Natuna tidak ada sama sekali, kalau realitanya seperti ini tentu Dinas Pariwisatanya dibekukan, padahal faktanya berbicara lain, tahun ini kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Natuna banyak, kita ada datanya, itu kita data tiap bulan melalui hotel-hotel di Natuna," ujarnya.
Kemudian berkaitan statemen Ketua Komisi II yang mengatakan Dinas Pariwisata Natuna kurang koordinasi dengan berbagai pihak untuk memajukan wisata Natuna, termasuk dengan DPRD Natuna, dibantah oleh Erson, bahwa berbagai pihak tersebut banyak dan perlu dirincikan, karena menurutnya selama ini banyak capaian dan keberhasilan Disparbud Natuna yang mungkin tidak diketahui DPRD, khususnya Ketua Komisi II.
"Apakah saya harus terus laporan terus ke mereka (DPRD) terhadap apa yang telah kami lakukan, mereka harusnya faham kita ini eksekutif dan legislatif bermitra, bukan membawahi dan tidak ada garis hirarki, kalau seperti ini tentu kami pun berhak menanyakan apa saja kinerja mereka selama hampir 4 tahun menjabat mendukung sektor pariwisata ini," terangnya.
Selanjutnya berkaitan permintaan Ketua Komisi II agar TP3N (Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Natuna) melibatkan DPRD, dikatakan Erson bahwa Ketua DPRD Natuna sudah masuk sebagai Pembina TP3N, SK Bupati sudah ada dan sudah didistribusikan ke seluruh OPD yang terlibat dalam tim tersebut.
"Seharusnya Ketua Komisi II mengetahui bahwa Ketua DPRD masuk dalam Pembina dan sudah dilibatkan, ini kita umumkan pada Natuna Expo beberapa waktu lalu, kita ada pemutaran film dokumentasi ucapan selamat dari seluruh Pembina TP3N, kemana Ketua Komisi II saat itu, semua Anggota DPRD kita undang," sebutnya.
Erson juga membantah keras statemen yang mengatakan Kadisparbud Natuna tak hadir saat dipanggil rapat Komisi II, dia pun menantang Ketua Komisi II sebutkan kapan undangan yang tidak dihadiri oleh Kadis. Karena seluruh undangan masuk dicatat.
Terkait pernyataan ivent wisata yang dilaksanakan selama ini hanya menghabiskan anggaran saja tidak ada dampak pada kemajuan wisata Natuna, Erson meminta agar DPRD menjelaskan pada ivent apa yang tidak bermanfaat yang dilakukan Disparbud Natuna menggunakan anggaran daerah.
"Karena selama tahun 2017 ini kita hanya ada dua ivent, yakni Festival Pulau Senoa gunakan anggaran Provinsi dan Natuna Expo menggunakan dana sharing antara APBD Natuna dan APBN, dukungan dana kita dalam acara tersebut sangat kecil. Kemudian ivent itu disusun Kadis sebelumnya dan saya hanya melanjutkan," imbuhnya.
Ditegaskan juga oleh Erson, bahwa untuk mendatangkan wisatawan ke Natuna maka dengan melaksanakan ivent merupakan cara efektif. Dimana 65 persen wisatawan itu datang ke Natuna karena ivent, sementara 35 persen karena keindahan alam, budaya, pendidikan, sejarah dan lainnya. Maka jika keinginan DPRD meningkatkan PAD dari sektor pariwisata, tentu perlu melaksanakan ivent.
"Jadi lebih baik kita banyak bekerja dari pada banyak bicara, apalagi suka menyalahkan orang lain," pungkasnya.