Tanpa Plang Proyek, Pekerjaan Semenisasi Jalan di Kelurahan Sekar Mawar Inhu Dipertanyakan Masyarakat

datariau.com
2.078 view
Tanpa Plang Proyek, Pekerjaan Semenisasi Jalan di Kelurahan Sekar Mawar Inhu Dipertanyakan Masyarakat
Heri
Proyek semenisasi jalan yang tidak ditemukan plang.

RENGAT, datariau.com - Masyarakat Kelurahan Sekar Mawar Inhu merasa senang adanya semenisasi jalan, namun mereka juga khawatir semenisasi itu hanya jadi ajang korupsi dan jalan cepat hancur.

Sebab, pekerjaan semenisasi jalan lingkungan di RT 02 RW 02 KL III tersebut tidak ditemukan papan proyek sehingga masyarakat bertanya-tanya, dari mana bantuan semenisasi jalan ini, bahkan warga menyebutnya sebagai proyek siluman, yang kelak bakal menyengsarakan masyarakat.

Sebab, berdasarkan peraturan yang berlaku setiap kegiatan yang mengunakan APBD dan APBN atau uang negara harus transparan ke masyarakat dengan cara memasang papan informasi atau plang proyek, namun pekerjaan itu tidak memiliki papan informasi ataupun plang proyek, warga menilai semenisasi tersebut adalah proyek siluman.

"Kami pun tidak tahu mas, proyek semenisasi ini dari dinas PU mana, karena tahu-tahu 3 hari yang lalu orang sudah kerjakan semenisasi ini, yang kerja memang warga sekitar sini, kalau pemborong atau kontraktornya dari cerita-cerita perkerja, katanya orang dari Rengat," terang warga setempat saat ditemui datariau.com, Rabu (8/11/2017).

Ditanya ada tidak melihat papan informasi atau plang proyek dipasang oleh kontraktor, dijelaskan warga tidak ada ditemukan plang proyek. "Setahu kami sejak orang ini mulai berkerja, kami tidak ada melihat apa yang mas tanyakan itu, tapi semenisasi ini pakai besi behel," terangnya.

Dari informasi yang dirangkum datariau.com di lapangan, dana proyek semenisasi di Kelurahan Sekar Mawar tersebut kabarnya bersumber dari APBD Provinsi Riau tahun 2017 lebih kurang sepanjang 1 kilo dengan ketebalan 15 cm ditambah kuku kanan kiri 20 cm dan menggunakan coran beton K175.

Dimaksud coran beton K175 yakni 1 sak semen, 1,5 pasir dan 3 angkong batu seplit, yang diaduk menggunakan mesin pengaduk semen (molen) dengan coran beton menjadi 4 angkong sorong. Apabila coran beton menggunakan batu sungai (Kerikil) dan coran beton lebih dari 4 angkong sorong, coran beton tersebut tidak termasuk K175.

Biasanya, proyek dari tingkat provinsi memang menggunakan coran beton K175 dan besi warnis.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)