Sindiran Pedas Polda Riau Untuk Jikalahari

datariau.com
2.786 view
Sindiran Pedas Polda Riau Untuk Jikalahari

PEKANBARU, datariau.com - Tak biasanya Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Zulkarnain menyindir seseorang dalam forum resmi. Biasanya Bang Zul sapaan akrab Jenderal Bintang Dua ini terlihat kalem, humoris dengan tutur bahasa yang santun. Membuka kata dengan kalimat santun.

Tapi kemarin pagi, Rabu (30/8/2017) Kapolda Riau yang sebentar lagi pindah tugas ke kampung halamannya sebagai Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) ini melontarkan sindiran "pedas" terhadap Made Ali, Wakil Koordinator (Wako) Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari).

Sama-sama menjadi pembicara di acara Dialog Kebijakan Nasional Penguatan Regulasi dan Pembelajaran Lapang untuk Mengurangi Kebakaran dan Kabut Asap di Hotel Aryaduta, Kapolda sempat bertutur;

"Made Ali lebih pantas untuk menyelesaikan masalah gambut, beliau hebat. Sama beliau saja semua sebenarnya sudah beres. Saya ini katanya beliau, kan, gag jadi Kapolda".

Sindiran Kapolda ini sebenarnya merupakan tanggapan pernyataan Made Ali yang dimuat di beberapa media massa termasuk situs berita online.

Dalam rilis Jikalahari dengan judul "Catatan Hitam Putih Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan : 11 Bulan Kinerja Irjen Pol Zulkarnain Adinegara", Made Ali menyarankan jelang dimutasikan sebagai Kapolda Sumsel, Jikalahari berharap jangan ada SP3 terhadap 2 korporasi PT Hutahaean dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V.

"Pasalnya Polda Riau sangat lekat dengan penerbitan SP3 terhadap korporasi," kata Made Ali, Wakil Koordinator Jikalahari.

Dalam siaran pers yang berbeda, Jikalahari juga mendesak Kapolda Riau untuk mengembalikan bantuan alat pemadam kebakaran (Damkar) dari 2 korporasi yang selama ini dituding sebagai penjahat lingkungan.

Menanggapi bantuan alat alat Damkar itu, Kapolda kembali menegaskan; "Saya ini bukan pro perusahaan. Demi Allah, ngapain saya pro ke korporasi. Mereka ini membantu alat Damkar karena peduli sama masyarakat. Tapi kalau memang tersangka, mereka tetap tersangka. Nggak ada pengaruhnya kalau dikasih bantuan".

Terlepas sindiran "pedas" Kapolda Riau tadi, dialog berjalan lancar. Selain Kapolda dan Wako Jikalahari, pembicara lain antara lain Dra Yulwiriawati Maesa, MSi (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau), Mansyur HS (DPRD Riau), Iman Santoso (APHI) serta pembicara lainnya.

Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)