Masyarakat Bangko Pusako Kecewa, Bantuan Bibit Ikan Tidak Dilengkapi Fasilitas Kerambah

datariau.com
1.107 view
Masyarakat Bangko Pusako Kecewa, Bantuan Bibit Ikan Tidak Dilengkapi Fasilitas Kerambah
Samsul
Warga memasukkan bibit ikan ke dalam kolam tanpa kerambah.

 

BANGKOPUSAKO, datariau.com - Warga RT 007 Dusun Rantau Panjang, Kepenghuluan Bangko Kiri, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir mengaku kecewa. Pasalnya, mereka yang menerima bantuan kolam dan bibit ikan tidak dilengkapi fasilitas kerambanya.

 

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Al Falah yang berlokasi di Bangko Kiri, Syarifuddin kepada Datariau.com, Ahad (20/11) kemarin mengatakan,‎ bahwa bantuan budidaya ikan air tawar itu ada empat jenis yakni ikan lele, gurami, nila dan patin. Total keseluruhan bibit sebanyak 20 ribu ekor.

 

Ketua RT yang akrab disapa Isam ini menerangkan, bantuan itu diserahkan sepekan yang lalu, kini bibit ikan gurami banyak yang mati karena diletakkan di dalam kelambu tidur dimodifikasi untuk kerambah. Sebab bantuan tidak ada kerambah atau kelambu dari pemerintah. Akibat tidak adanya kerambah, ada satu kolam bibit ikan habis keluar terbawa air pasang Sungai Bangko.‎

 

"Kolam itu baru dicangkul. Bentengnya belum padat, makanya ada banyak yang belobang dan ikan keluar," kata Isam.‎

 

Bantuan itu diterima berbentuk bibit ikan sebanyak 20 ribu ekor, kolam enam buah, pakan ikan 2 ton. Sementara yang jadi pertanyaan pihaknya, bantuan itu tidak ada kerambahnya.

 

Kelompok Budidaya Ikan Al Falah, terdiri sebanyak 10 orang. Untuk antisipasi bibit ikan agar tetap berkembang dengan baik, maka pihaknya berupaya membuat kelambu tidur sebagai kerambahnya. Untuk perawatan lebih lanjut, mereka juga membeli jaring untuk menutup permukaan kolam.

 

"Kami beli jaring untuk menutup permukaan kolam supaya terhindar dari serangan hama," sebut Isam.

 

Dijelaskannya, bahwa kolam ikan sebenarnya tidak tenggelam. Namun, tembok kolam ada yang berlobang sehingga air pasang besar masuk memenuhi kolam. Dan bibit ikan yang ada di dalam kelambu keluar.

 

"Kolamnya tidak tenggelam, tapi airnya penuh. Dan dinding kolam bocor, makanya bibit ikan ikut keluar. Yang bibit hilang itu hanya satu kolam, yang di dalamnya ikan patin," ungkapnya.‎

Sementara itu, Kadus Rantau Panjang Syaripudin membenarkan adanya bantuan tersebut. Namun anggota kelompok mempertanyakan ada tidaknya kerambah. Ia juga mengaku kecewa. ‎

 

"Kalau tidak ada, mereka beli sendiri. Tapi disebutkan ada kerambahnya," kata Pudin sapaannya, dengan wajah heran.

Penulis
: Samsul
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)