Solar Langka, DPRD Pekanbaru: Pertamina Harus Bertanggung Jawab

Endi Dwi Setyo
600 view
Solar Langka, DPRD Pekanbaru: Pertamina Harus Bertanggung Jawab
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri SE

PEKANBARU, datariau.com - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri SE meminta Pertamina bertanggung jawab penuh atas kelangkaan biosolar yang mengakibatkan antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kian parah. Tidak saja menyebabkan kemacetan di jalan, namun ekses ekonomi masyarakat juga kian terganggu.

"Sampai kapan antrean biosolar ini terjadi? Apakah memang harus dibiarkan begitu saja? Pertamina harus bertanggung jawab mengambil solusi karena hal itu adalah tupoksinya," kata Azwendi, Rabu (9/3/2022).

Azwendi meminta Pertamina agar memberikan dan memastikan jaminan distribusi pasokan yang cukup untuk kebutuhan biosolar di Pekanbaru.

"Dampak dari pengurangan kuota bisolar tak boleh dibiarkan begitu saja karena akan menciptakan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Selain menjamin pasokan yang cukup, ia juga meminta Pertamina untuk mencari solusi secara sungguh-sungguh kelangkaan biosolar di Pekanbaru.

"Sepenuhnya ini menjadi tanggung jawab Pertamina untuk memenuhi kebutuhan biosolar, sekaligus memberikan jaminan kelancaran distribusi pasokan biosolar ke SPBU," tegasnya.

Politisi Demokrat ini mengaku miris mendengar berkurangnya kuota biosolar tahun ini dibanding realisasi pasokan tahun lalu.

"Secara logika, kebutuhan tiap tahun kan meningkat. Tetapi kok kuota malah berkurang. Pertambahan kendaraan terus terjadi, kok malah kuota dibatasi. Anehnya lagi, di Riau justru harga BBM jenis Dexlite lebih tinggi dari beberapa daerah lainnya. Sebelumnya Rp9.300 menjadi Rp13.000 lebih per liter," jelasnya.

Ia menyerukan kepada jajaran pemerintah daerah (Pemda) di Riau agar bisa mengajukan keberatan kepada Pertamina atas penurunan kuota biosolar. Apalagi, Riau merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia yang menjadi bahan baku biosolar.

"Ironis sekali, Provinsi Riau sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, namun antrean biosolar mengular. Ada hal yang harus dikoreksi sehingga hal ini tidak terus-terusan terjadi. Ini hal yang tak logika," pungkasnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)