SMM PANEL INDO

Pelebaran Jalan Soekarno-Hatta Dikebut, Roni Pasla Harap Macet Simpang SKA Terurai

datariau.com
199 view
Pelebaran Jalan Soekarno-Hatta Dikebut, Roni Pasla Harap Macet Simpang SKA Terurai
Foto: Endi
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla.

PEKANBARU, datariau.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) saat ini tengah melakukan pelebaran Jalan Soekarno-Hatta. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Pelebaran jalan ini mendapat perhatian dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla. Ia berharap penambahan kapasitas jalan tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Simpang Flyover SKA.

"Terkait pelebaran di Jalan Soekarno-Hatta, tentu kita berharap ini dapat mengurai kemacetan di seputaran Simpang SKA," kata Roni Pasla, Rabu (30/9/2026).

Selain pembangunan fisik, Roni menilai rekayasa lalu lintas juga menjadi bagian penting dalam mengatasi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.

Dalam rencana perubahan arus lalu lintas, Simpang Flyover SKA nantinya tidak lagi menggunakan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau traffic light. Simpang tersebut direncanakan difungsikan untuk kendaraan yang bergerak lurus dan belok kiri.

Menurut Roni, penerapan skema tersebut perlu dilakukan melalui uji coba terlebih dahulu untuk melihat efektivitasnya dalam mengurai kepadatan kendaraan.

"Nah, tentu rekayasa lalu lintas diperlukan di sana. Setelah pelebaran ini mungkin ada penutupan lampu merah dan U-Turn yang nantinya akan digunakan oleh pengguna jalan dari Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Tuanku Tambusai," jelasnya.

Roni mengatakan, rekayasa lalu lintas yang diterapkan tidak harus langsung ditetapkan secara permanen. Pemerintah dapat melakukan evaluasi berdasarkan kondisi lalu lintas setelah skema tersebut diberlakukan.

"Rekayasa lalu lintas ini juga mungkin tidak lantas menjadi permanen. Artinya, ketika dicoba kemudian berhasil mengurai kemacetan, mungkin baru bisa dipermanenkan," ujarnya.

Sebaliknya, apabila skema tersebut belum mampu mengatasi kepadatan kendaraan, pemerintah diminta segera melakukan evaluasi dan mencari alternatif pengaturan lalu lintas lainnya.

"Tapi kalau ini terbukti juga tidak bisa mengurai kemacetan, mungkin kita minta pemerintah, dalam hal ini Dishub, mencari solusi lainnya," cetus Roni.

Politisi PAN tersebut menyatakan dukungannya terhadap pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, peningkatan kapasitas ruas jalan merupakan langkah penting, namun harus dibarengi dengan pengaturan arus kendaraan yang tepat.

"Pelebaran jalan memang hal yang paling penting, tetapi tentu juga kita berharap pelebaran jalan ini diiringi dengan mengurainya kemacetan," sebut Roni.

Dalam rencana perubahan lalu lintas tersebut, pelebaran juga mencakup dua U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai, yakni U-Turn di depan Rumah Sakit Hermina dan U-Turn di depan Masjid Raudhatul Jannah.

Berdasarkan DED perubahan jalur lalu lintas, kendaraan dari arah Jalan Tuanku Tambusai menuju Jalan Tuanku Tambusai nantinya dapat bergerak lurus tanpa hambatan di simpang tersebut.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)