INHU, datariau.com - Maskuran (40), Warga Desa Kuala Cinaku yang dikabarkan hilang saat memancing di Sungai Indragiri Sabtu sore lalu, Senin (8/12/2014) sore tadi sekitar pukul 14.20 WIB ditemukan mengapung tak bernyawa.
"Setelah diindentifikasi oleh Kepolisian Sektor Kempas, diketahui ternyata mayat tersebut adalah Maskuran (40) seorang warga Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Inhu yang hilang saat memancing pada Sabtu (6/12/2014) lalu," ungkap Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik melalui Kapolsek Kempas AKP AR Tarigan yang dikonfirmasi via selular, Senin malam.
Setelah dimintai keterangan dari abang kandung korban bernama Bujang, ternyata korban adalah Maskuran yang hilang 2 hari lalu saat memancing di Sungai Indragiri, Desa Sindolas, Kecamatan Kuala Cenaku.
Penemuan mayat ini pun membuat warga heboh. Jasad Maskuran ditemukan mengapung di Sungai Indragiri tepatnya di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir (Inhil) Riau tepatnya di pelabuhan penyeberangan pasar.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit ayan atau evilepsi sehingga terjatuh ke sungai, apalagi saat dilakukan VER mayat di Puskesmas Kempas tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh korban.
"Saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke Sindolas, Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Inhu untuk dikebumikan," tutup Tarigan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Maskuran (40), warga Dusun II Pulau Kemudi Sendolas, Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu, sore tadi, Sabtu (6/12/2014) sekitar pukul 16.00 WIB pergi memancing di Sungai Indragiri. Namun hingga malam tak pulang dan dikabarkan menghilang.
Kejadian hilangnya Maskuran ini pun sudah dilaporkan ke Polres Inhu dan dibenarkan oleh Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo Sik, melalui Paur Kasubag Humas Polres Ipda Yarmen Djambak.
"Benar, satu orang warga Desa Pulau Gelang Kecamatan Kuala Cenaku atas nama Maskuran dilaporkan hilang setelah pergi memancing di sungai yang hanya berjarak 100 meter dari rumahnya," ungkap Ipda Yarmen kepada datariau.com Sabtu malam di sela-sela pencarian Maskuran.
Menghilangnya Maskuran pertama kali diketahui oleh anaknya Inur yang pukul 17.00 WIB sore itu pulang ke rumah hendak menemui ayahnya. Saat ditanya ke ibunya Saripah, dijelaskan bahwa sang ayah tengah memancing di sungai, Inur pun langsung menyusul sang ayah ke tepian sungai.
Akan tetapi, sesampainya di sungai, Inur tidak menemukan ayahnya. Hanya terdapat joran pancing yang diketahui bahwa itu milik ayahnya yang ditemukan tergeletak di pinggir sungai. Inur pun menyisiri pinggiran sungai hingga dibantu masyarakat setempat dan ibunya Saripah. (her)