Komisi II DPRD Pekanbaru Rapat dengan Disketapang, Dorong Program Gerakan Pangan Murah Tepat Sasaran

datariau.com
2.340 view
Komisi II DPRD Pekanbaru Rapat dengan Disketapang, Dorong Program Gerakan Pangan Murah Tepat Sasaran
Foto: Endi
Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) dalam rapat kerja, Kamis (11/9/2025).

PEKANBARU, datariau.com - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) dalam rapat kerja, Kamis (11/9/2025), membahas efektivitas program pangan serta realisasi anggaran tahun 2025.

Rapat dipimipin langsung Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin didampingi Wakil Ketua Komisi II Yasser Hamidy serta anggota lainnya Rizky Bagus Oka, dr Meiza Ningsih, Jepta Sitohang dan Mona Sri Wahyuni.

Hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru Muhammad Jamil diikuti jajaran kepala bidang.

Pertemuan ini salah satunya menyoroti pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan berbagai program lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kadisketapang Kota Pekanbaru, M Jamil, menjelaskan pihaknya telah menjalankan sejumlah program sesuai dengan tugas dan fungsi dinas.

Beberapa kegiatan diantaranya seperti GPM, bantuan bagi masyarakat rawan pangan, hingga program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang digalakkan sejak usia dini.

“Kegiatan ini sudah kami laksanakan, tetapi belum maksimal. Maka itu kami berharap Komisi II sebagai mitra kerja bisa mendukung agar program pangan lebih diperkuat. Karena sebagian besar langsung menyentuh masyarakat, mulai dari GPM, bantuan pangan, hingga B2SA,” kata Jamil.

Ia menambahkan, program GPM yang diadakan di setiap kelurahan sangat membantu masyarakat karena harga bahan pokok dijual lebih murah dibanding harga pasar.

Dalam kegiatan ini, Disketapang bekerjasama dengan Bulog untuk menyediakan beras SPHP, minyak goreng, gula, bawang, cabai, sayur, hingga daging ayam dan sapi.

“Kita sebetulnya memutus rantai pasokan. Barang kita ambil langsung dari petani, kemudian kita jual ke masyarakat. Dengan begitu harga lebih murah. Bahkan saat harga di pasar melonjak, pemerintah hadir melalui GPM,” paparnya.

"Setiap titik pasar murah akan menyediakan 200 paket sembako. Jadi ini rutin kita laksanakan, ada 10 titik lagi dan InsyaAllah akan ditambahkan lagi sesuai intruksi Pak Walikota," tutup Jamil.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin SE MH, menilai GPM merupakan program strategis yang perlu diperluas ke wilayah ekonomi menengah ke bawah agar lebih tepat sasaran.

“Dari 30 kali kegiatan GPM dalam setahun, sudah berjalan 20 kali, sisanya tinggal 10 kali lagi. Kami mengusulkan program ini diadakan di daerah yang betul-betul ekonominya menengah kebawah supaya tepat sasaran, karena secara harga lebih murah dari harga pasar. Itulah saran kita ke Disketapang," jelas Zainal.

Politisi Gerindra ini menambahkan, meski tidak ada subsidi, harga pangan yang dijual dalam kegiatan GPM lebih murah dibandingkan harga pasar. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Penting dalam memilih lokasi yang tepat, agar masyarakat yang paling membutuhkan bisa merasakan manfaatnya,” tegas Zainal. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)