PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Lindawati, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru memperkuat perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat menyusul tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi udara buruk akibat kabut asap.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat sebanyak 35.910 kasus ISPA di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 10.020 kasus. Selanjutnya, Kabupaten Kampar mencatat 4.830 kasus dan Kabupaten Bengkalis sebanyak 4.382 kasus.
Lindawati menilai tingginya angka kasus tersebut harus menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk segera mengambil langkah konkret. Ia meminta Dinkes lebih aktif memantau kondisi kesehatan masyarakat serta memastikan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) siap menangani warga yang terdampak.
“Ini warning. Dinas kesehatan harus aktif bergerak memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga harus diperkuat. Jangan sampai ada korban jiwa,” kata Lindawati, Kamis (22/10/2026).
Ia juga meminta Pemko Pekanbaru memastikan bantuan dan pelayanan kesehatan tetap tersedia selama masa penanganan hingga pemulihan kondisi udara. Menurutnya, masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas, membutuhkan penanganan cepat di tengah kondisi udara yang buruk.
“Penguatan ini diperlukan agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas dan lainnya, tetap mendapatkan penanganan di tengah kondisi udara buruk yang masih melanda Pekanbaru,” ujarnya.
Srikandi NasDem tersebut turut menyoroti pentingnya perlindungan bagi anak-anak dan kelompok rentan. Ia menilai kelompok ini perlu mendapat perhatian khusus karena berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Lindawati meminta Pemko Pekanbaru memastikan anak-anak tetap memperoleh layanan kesehatan yang memadai, termasuk siswa yang masih mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
“Anak-anak dan kelompok rentan harus menjadi prioritas. Apalagi, anak-anak yang masih bersekolah tatap muka harus menjadi perhatian. Pemberian vitamin dan upaya menjaga kesehatan mereka juga perlu diperhatikan,” tegasnya.
Selain memperkuat pelayanan kesehatan, Komisi III DPRD Pekanbaru juga mendorong penyediaan peralatan medis yang memadai di fasilitas kesehatan. Dinkes diminta melakukan pelayanan jemput bola ke permukiman warga agar masyarakat yang terdampak dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.
Menurut Lindawati, upaya tersebut diperlukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa hambatan, terutama ketika mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang buruk.
“Jangan sampai ada korban jiwa gara-gara ISPA. Pastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak berjalan maksimal dan tidak ada hambatan,” tutup Lindawati. (end)