Jelang PPDB 2024, Komisi III Berikan Beberapa Catatan Untuk Dinas Pendidikan Pekanbaru

datariau.com
918 view
Jelang PPDB 2024, Komisi III Berikan Beberapa Catatan Untuk Dinas Pendidikan Pekanbaru
Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain.

PEKANBARU, datariau.com - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru memberikan catatan khusus kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru serta pihak sekolah jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran baru 2024. Hal ini dikarenakan pelaksanaan PPDB selalu bermasalah dan dikeluhkan para orang tua tiap tahun ajaran baru.

Mulai dari penerapan sistem zonasi, sulitnya masuk ke sekolah negeri umum di bawah kewenangan Disdik maupun sebaliknya, hingga sulit masuk ke sekolah negeri agama di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain menyarankan agar Disdik Kota Pekanbaru, termasuk sekolah-sekolah yang ada, untuk mengantisipasi hal-hal negatif yang kemungkinan bakal terjadi jelang PPDB.

"PPDB ini dari tahun ke tahun itu saja masalahnya, kita harapkan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Kita maklumi tahun sebelumnya, daya tampung dan keseimbangan itu kan sangat jauh. Jumlah SD dengan SMP negeri. Maka kita paham dengan situasi sekarang, keseimbangan perlu diperbaiki," kata Zulkarnain, Kamis (18/4/2024).

Namun begitu, Zulkarnain mengapresiasi adanya evaluasi terkait PPDB ini sejak tahun 2022 lalu. Penerapan PPDB perlu diperbaiki tiap tahun, sebab jumlah sekolah terutama SMP Negeri di Pekanbaru minim, maka itu rumbel (ruang belajar) harus ditambah.

"Ini perlu dipahami bersama, tidak semua kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru, ada sekolah negeri. Di satu sisi, masyarakat saat ini masih mengincar sekolah negeri karena biaya masuk ke swasta itu cukup tinggi," ujarnya.

Ia juga menyarankan adanya kolaborasi antara Disdik dengan Kemenag. Hal ini lantaran adanya minat tamatan MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) ke sekolah umum negeri (SMPN).

"Begitu juga sebaliknya, dari SDN ke MTSN. Makanya, ini harus didudukkan bersama, sehingga bisa diatasi soal daya tampung di masing-masing sekolah," ucapnya.

Politisi PPP ini juga meminta Disdik Kota Pekanbaru untuk terus mengevaluasi peneperan sistem zonasi. Sebab, keterbatasan sekolah karena tidak ada anggaran pembangunan sekolah baru, namun rumbelnya bisa ditambah.

"Setelah itu, antar sekolah bisa juga berkolaborasi. Selama ini hanya Disdik selaku leading sektor saja yang selalu memikirkan. Seperti sekolah yang ada di Jalan Sutomo dan Sultan Syarif Kasim, kan banyak di sana sekolah. Itu yang saya katakan tadi, antar lini sekolah mulai lah lakukan kolaborasi, saling berbagi. Meski nanti tetap koordinasi dengan Disdik atau Kemenag," paparnya.

"Alangkah baiknya antar sekolah ini ada kerjasama dan komunikasi. Sehingga tidak menumpuk di satu kawasan saja. Kalau sudah ada langkah dan kebijakan seperti ini, maka dipastikan masyarakat tidak mengeluh dan panik lagi saat masa PPDB," tutup Zulkarnain. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)