Heboh, Komisi IV Usir Perwakilan PT Sumatera Kemasindo Saat Rapat Terkait Dugaan Pencemaran Limbah

datariau.com
2.110 view
Heboh, Komisi IV Usir Perwakilan PT Sumatera Kemasindo Saat Rapat Terkait Dugaan Pencemaran Limbah
Foto: Endi
Suasana rapat Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru dengan perwakilan PT Sumatera Kemasindo yang akhirnya disuruh pulang, karena direktur tidak hadir.

Di satu sisi, Ujang Sudrajat yang merupakan pihak legal dari PT Sumatera Kemasindo beralasan bahwa ketidakhadiran Direktur Utama dalam rapat Komisi IV DPRD Pekanbaru karena waktunya mepet.

"Saya mewakili perusahaan, di satu sisi undangan itu waktunya mepet. Jadi Jum'at datang, dan hari Senin kita harus hadir. Sedangkan di dalam itu ada beberapa permohonan yang harus kita siapkan," terangnya.

Ujang mengaku tidak tahu menahu soal adanya pencemaran limbah dari perusahaan PT Sumatera Kemasindo yang dikeluhkan masyarakat.

"Sebenarnya kita pengen tahu masalah limbahnya itu apa. Selama ini yang kita rasakan, koordinasi dengan lingkungan itu juga baik. Jadi limbah apa yang menjadi pencemaran itu kita tidak tahu," ucapnya.

Ujang akan meneruskan kepada Direktur Utama PT Sumatera Kemasindo untuk hadir dalam undangan rapat Komisi IV pada Senin depan. "Insya Allah, tanggal 6 itu (Dirut) bisa hadir," tutup Ujang.

Sementara itu, Camat Kulim Raja Faisal menyambut baik langkah Komisi IV DPRD Pekanbaru yang telah memanggil PT Sumatera Kemasindo untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah.

"Ini langkah yang tepat dari Ketua Komisi IV untuk memanggil perusahaan itu. Dari awal memang mereka tidak kooperatif, artinya beberapa kali kita undang, yang hadir itu kaleng-kaleng. Tidak ada pemin inti, sehingga apa yang kita inginkan tidak tercapai," ucap Raja Faisal.

Raja Faisal mengungkapkan, pencemaran limbah perusahaan manufaktur kotak kardus bergelombang tersebut sudah banyak dilaporkan masyarakat sekitar.

"Terkait limbah, beberapa masyarakat sudah menyampaikan ke kami bahwa limbah mereka sudah terbukti dibuang di area warga," cetusnya.

Raja Faisal mengaku tidak mengetahui berapa jumlah karyawan dari perusahaan PT Sumatera Kemasindo. "Kita tidak tahu jumlah karyawan mereka yang bekerja disana. Apakah KTP Pekanbaru atau KTP luar kita tidak terdata, tidak terdeteksi ada berapa," ungkapnya.

Raja Faisal juga menyoroti soal transparansi dana CSR dari PT Sumatera Kemasindo terkait besaran bantuan atau dana yang diberikan kepada masyarakat setempat.

"Sampai hari ini tidak ada. Padahal setiap perusahaan itu wajib mengeluarkan CSR dimana mereka berdomisili. Ini tidak ada terpantau, baik itu RT RW, Lurah. Mereka (perusahaan) tidak menghiraukan," tutur Raja Faisal. (end)
Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)