Disdukcapil Kota Pekanbaru Diminta Maksimal Layani Masyarakat Terdampak Pemekaran Kecamatan

Datariau.com
1.558 view
Disdukcapil Kota Pekanbaru Diminta Maksimal Layani Masyarakat Terdampak Pemekaran Kecamatan
Foto: Endi Dwi Setyo
Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono ST

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono ST meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru untuk lebih memaksimalkan pelayanan administrasi kependudukan dengan cara sosialiasi dan jemput bola ke setiap kelurahan. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang terdampak pemekaran kecamatan yang kesulitan untuk mengurus surat pindah.

"Ya, sangat kita sayangkan. Seharusnya, Disdukcapil itu membuat sosialisasi atau persyaratan apa-apa saja disetiap kelurahan seperti mengurus surat pindah itu apa syaratnya, mengurus surat kematian apa syaratnya, dan mengurus membuat KTP apa syaratnya sehingga masyarakat jelas mengetahuinya," kata Sigit, Kamis (20/10/2022).

Baca juga: Disdukcapil Kota Pekanbaru Ajukan Anggaran Rp22,5 Miliar di APBD 2023, Akan Lakukan Program KTP Jemput Bola


Sigit menegaskan, Disdukcapil Kota Pekanbaru agar serius dalam melalukan berbagai upaya dalam pelayanan administrasi kependudukan. Salah satu diantaranya dengan menjemput bola langsung kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar memudahkan masyarakat dalam mengurus kartu identitas penduduk.

"Saat ini masyarakat masih banyak yang buta, yang tidak tahu karena sebagian banyak yang belum mengerti sistem online ini bagaimana kepengurusannya. Kalau yang ngerti, ya mungkin mudah tetapi yang enggak ngerti ini cukup banyak juga. Maka dari itu, Disdukcapil Kota Pekanbaru harus menjemput bola ini harus sungguh-sungguh," ujarnya.

Menurut Sigit, selama ini upaya jemput bola yang dilakukan Disdukcapil Kota Pekanbaru belum berjalan maksimal. Ia pun menekankan, Disdukcapil seharusnya turun menjemput bola langsung ke setiap kelurahan.

"Ya, memang ada, tetapi jemput bolanya seperti apa kita tidak ada melihat. Kita maunya jemput bola itu memakai mobil keliling untuk pembuatan KTP dan lain-lain. Seperti mobil SIM keliling lah atau mungkin juga bisa dijadwalkan turun disetiap kelurahan sehingga tidak hanya menjemput berkas di kantor camat saja. Jadi masyarakat itu diundang, ini loh kita ada Disdukcapil adakan pembuatan identitas penduduk, pasti masyarakat berbondong-bondong," jelasnya.

Baca juga: Aturan Baru Dinas Kependudukan: Nama Muhammad Tidak Boleh Disingkat


Selain memudahkan masyarakat dalam pelayanan administrasi kependudukan, Sigit juga menyebut dengan menjemput bola langsung ke kelurahan ini dinilai dapat menghindari maraknya calo.

"Maaf cakap, kadang ada masyarakat yang mengurus KTP itu sampai Rp300ribu sampai Rp500ribu. Padahal mengurusnya itu gratis, tidak ada dipungut biaya. Cuman masyarakat bukan tidak mau mengurus, tapi karena alasan waktu dan sosialisasi dari Disdukcapil itu tidak sampai ke masyarakat," terangnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)