PEKANBARU, datariau.com - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri berharap program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru SD dan SMP dapat segera direalisasikan. Program ini dinilai penting untuk meringankan beban orang tua, terutama keluarga yang kurang mampu saat memasuki tahun ajaran baru.
Dikatakan Azwendi, berdasarkan APBD Kota Pekanbaru 2026, anggaran untuk program tersebut sudah disiapkan. Harapannya, program seragam gratis dapat segera dilaksanakan dengan mekanisme yang jelas dan tepat sasaran.
“Kalau saya lihat dari APBD yang ada, anggarannya sudah disiapkan untuk tahun 2026. Harapan kami program seragam sekolah ini bisa segera direalisasikan,” kata Azwendi, Rabu (19/8/2026).
Baca juga:Program Seragam Gratis Perdana Wako Agung Nugroho Disambut Antusias, Ringankan Beban Ribuan Orangtua Murid di Pekanbaru
Menurutnya, persoalan seragam sekolah hampir selalu menjadi keluhan masyarakat setiap memasuki tahun ajaran baru. Biaya yang cukup besar membuat sebagian orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.
“Banyak orang tua yang mengeluhkan biaya seragam sekolah. Berdasarkan informasi yang kami terima, kebutuhan seragam itu bisa mencapai sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta,” ungkapnya.
Azwendi menyebut persoalan tersebut juga banyak ditemukan dalam kegiatan reses dan kunjungan lapangan yang dilakukan DPRD. Aspirasi masyarakat itu kemudian telah disampaikan kepada Walikota Pekanbaru agar menjadi perhatian pemerintah.
“Kita sudah menginventarisasi persoalan ini dari hasil reses dan kunjungan lapangan. Kita juga sudah menyampaikannya kepada Walikota agar seragam anak SD dan SMP bisa digratiskan,” jelasnya.
Baca juga:DPRD Pekanbaru Dukung Seragam Gratis, Abu Bakar Usulkan Siswa Sekolah Swasta Juga Mendapat Bantuan
Ia berharap program tersebut tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga dapat menyentuh sekolah swasta yang bermitra dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Harapan kami tentu harus tepat sasaran. Seragam yang diberikan juga harus betul-betul layak dan baik sehingga bisa digunakan oleh anak-anak,” tegasnya.
Jika kondisi APBD Kota Pekanbaru memungkinkan, Azwendi juga berharap bantuan dapat dikembangkan untuk kebutuhan perlengkapan sekolah lainnya, seperti sepatu dan tas.
“Kalau masih ada peluang dari APBD Kota Pekanbaru, tentu kita berharap bisa disiapkan juga kebutuhan lainnya seperti sepatu, tas dan sebagainya,” ujarnya.
Baca juga:Komisi III Ingatkan Sekolah di Pekanbaru Dilarang Jual Seragam, Orang Tua Dibebaskan Membeli di Luar
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua ketika memasuki tahun ajaran baru.
“Kita berharap ini menjadi solusi sehingga orang tua dan wali murid tidak lagi terbebani dengan biaya perlengkapan sekolah setiap tahun ajaran baru,” terangnya.
Politisi Demokrat ini memastikan DPRD Pekanbaru akan mengawal pelaksanaan program seragam gratis tersebut agar berjalan sesuai aturan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kita akan kawal program ini agar betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai ada oknum kepala sekolah atau pihak sekolah yang bermain dalam program seragam gratis ini,” tegas Azwendi.
Ia menilai, persoalan biaya seragam yang selalu muncul setiap tahun ajaran baru harus segera dicarikan solusi permanen.
“Setiap tahun ajaran baru persoalan ini selalu menjadi polemik. Karena itu, harus ada solusi ke depan,” tutupnya. (end)