RENGAT, datariau.com - Kasus pengeroyokan dan penganiyaan yang menimpa Sumardi (62) ternyata tidak hanya membuat dia pingsan. Pelaku yang diduga merupakan keluarga oknum mantan TNI, juga mengancam putri korban.
Perkelahian yang berujung pemukulan ini terjadi pada Ahad (4/9/2016) sekitar pukul 17.30 wib di halaman rumah korban samping Bank Muamalat, Kelurahan Kembang Harum Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu-Riau, yang diduga dilakukan oleh keluarga oknum mantan TNI.
Mereka adalah SA (20) anak dari SU alias NA oknum mantan TNI diduga sebagai pelaku utama atas pengeroyokan dan penganiyaan yang menimpa korban Sumardi (62).
Data yang dihimpun Datariau.com dari keterangan anak dan keluarga korban, SA selain melakukan penganiyaan terhadap korban juga sempat keluarkan ancaman akan bunuh anak korban.
Vera, anak korban, kepada datariau.com di klinik Pratama dokter Rudi Ardian Ahad (4/9) malam mengatakan, awalnya ia menanyakan mengapa sampai ribut.
"Bila terjadi apa-apa pada orang tua saya, kalian saya laporkan ke polisi. Kemudian dia (SA) menjawab, laporkanlah ke polisi, nanti kalau sampai aku ditangkap dan ditahan sama polisi, kau aku bunuh," kata Vera menirukan ucapan SA.
Kata Vera, ancaman yang disampaikan oleh SA, hari ini Senin (5/9/2016) akan dilaporan ke Polsek Pasir Penyu demi keselamatannya dan keluarga.
Sementara korban Sumardi saat dimintai keterangan oleh tim Datariau.com mengatakan, saat itu dirinya baru pulang ke rumah dan melihat SU alias NA bersama istrinya SR dan anaknya SA sedang menimbun saluran air di samping bank Muamalat.
"Saya beri tahu supaya jalan air tersebut jangan ditimbun, kalau ditimbun air masuk ke rumah saya," terang Sumardi dengan terbata-bata menahan sakit pada dadanya.
"Tidak terima ditegur, SR istri NA kemudian memukul saya dengan pisang di bagian leher, selanjutnya SA menerjang saya hingga terjatuh tidak sadarkan diri alias pingsan, dan tahu-tahu saya tersadar sudah berada di klinik Pratama," urainya.
Saat ditanya ada tidak NA ikut melakukan pemukulan pada saat itu, "Seingat saya NA tidak ada ikut memukul, tapi entah disaat saya jatuh dan tidak sadar," singkatnya.
Sementara itu, Arsadi SH menantu korban mengatakan, pihaknya meminta polisi segera menangkap siapa saja diduga pelaku pengeroyokan dan penganiayaan orang tuanya tersebut yang berakibat pingsan dan terluka.
"Demi tegaknya hukum di negeri ini kita minta polisi dalam menangani kasus pengeroyokan yang terjadi pada orangtua saya, tegakanlah hukum seadilnya dan jangan pandang bulu," pintanya, mengingat pelaku merupakan keluarga oknummantan TNI.
"Apapun alasan yang diduga sebagai pelaku harus ditangkap dan ditahan sesuai prosedur. Karena akibat ulah pelaku hampir saja nyawa orang tua saya melayang, dan tambah lagi ancaman pelaku terhadap istri saya," tegasnya, yang merupakan suami dari Vera ini.
Tepatnya sekitar pukul 21.30 Wib, Kapolsek Pasir Penyu bersama beberapa anggotanya langsung berkunjung ke klinik Pratama melihat kondisi korban. Di dalam kesempatan tersebut Kapolsek kepada keluarga korban mengatakan akan segera melakukan proses penyidikan terhada pelapor, pelaku dan juga saksi.
"Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap diduga pelaku utama yaitu SA, sementara pelaku lainnya besok akan dilakukan pemeriksaan," singkatnya.