Sejak Ada Permainan Mesin Dingdong, Maling Semakin Mengganas di Pasir Penyu Inhu

datariau.com
2.149 view
Sejak Ada Permainan Mesin Dingdong, Maling Semakin Mengganas di Pasir Penyu Inhu
Heri
Pencuri kursi plastik di luar rumah terekam CCTV.

RENGAT, datariau.com - Tiga bulan terakhir ini sejak judi dingdong atau jackpot buka di Kecamatan Pasir Penyu, tingkat pencurian semakin mengkhawatirkan. Benda yang menurut kebanyakan orang tidak terlalu bernilai, jika tertinggal di luar rumah maka akan hilang.

"Satu minggu yang lalu sekitar pukul 00.40 wib seorang remaja mencuri kursi plastik di teras rumah saya, hal ini diketahui melalui CCTV yang kami pasang di rumah, kami tahunnya pagi hari disaat melihat rekaman CCTV," ujar Ridarwanto, warga Kelurahan Sekar Mawar kepada datariau.com, Sabtu (29/7/2017).

Kondisi ini semakin membuat khawatir masyarakat, dimana remaja yang kecanduan bermain mesin jackpot atau dingdong ini akan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan uang dan bermain judi tersebut.

"Kalau dilihat dari hasil rekaman CCTV, sepertinya pelaku pencurian di rumah itu masih anak-anak dibawah umur. Malam kejadian itu selain di rumah saya, juga terjadi pencurian di rumah tetangga saya. Tetangga malam itu kehilangan mesin air. Pokoknya sejak buka judi dingdong tindak kejahatan semakin meningkat. Kita berharap pihak kepolisian bisa menciptakan Kamtibmas agar masyarakat bisa tenang dengan cara tutup tempat judi tersebut," harap Ridarwanto.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Inhu Adila Ansori mengatakan, selain narkoba, jenis judi juga termasuk instruksi dari Kapolri untuk dibasmi hingga ke akranya, untuk itu dewan meminta Polres Inhu segera memberantas lokasi perjudian yang ada di daerah ini karena sangat berbahaya bagi masyarakat.

"Dengan maraknya judi bagimana kita akan membina akhlak yang baik terhadap anak kalau judi menjamur, untuk itu kita minta Upika Pasir Penyu segera bertindak tegas dan jangan bicara saja di media tapi tindakkan tidak dilaksanakan," tegas Ucok.

Dengan sudah lamanya beroperasi judi dingdong di Inhu tanpa tersentu oleh penegak hukum dan tidak diketahui oleh Upika jujur saja ini menjadi pertanyaan bagi DPRD Inhu dan sudah sewajarnya dipertanyaakan kinerja mereka selama ini.

"Intinya kita minta segera tutup segala judi yang ada, bila dalam waktu satu minggu judi jackpot di Inhu tidak juga ditutup, maka atas nama DPRD kita akan surati Polda Riau untuk segera tangkap pemilik alat dan tutup judi jackpot," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)