JAKARTA, datariau.com - Kepolisian mengaku serius dalam mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Salah satunya adalah bekerja sama dengan pihak kepolisian Australia.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, menyebut kerja sama terkait hasil sketsa wajah yang dibuat pihak kepolisian dari sejumlah keterangan saksi. Sketsa tersebut nantinya akan diperiksa di laboratorium oleh polisi Australia untuk dicocokkan dengan rekaman dalam CCTV.
"Sketsa wajah kemudian akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan secara laboratorium oleh polisi Australia. Ini bisa membuahkan hasil yang mencocokkan bahwa di CCTV yang ada dan sketsa yang ada, ini membantu nanti," kata Martinus di kantor Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/8).
Martinus tidak menampik adanya sejumlah kendala yang ditemui dalam mengungkap kasus ini. Namun ia menyebut pihaknya berkomitmen untuk bisa menyelesaikan kasus yang belum terungkap lebih dari 100 hari ini.
"Pada prinsipnya penyidik itu komitmen untuk mengungkap ini (kasus Novel) apapun jalannya," ujar dia.
Dalam pengusutan kasus ini, Martinus menyebut Novel juga perlu untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai korban. Menurut dia, keterangan korban merupakan salah satu alat bukti.
"Keterangan saksi itu penting apalagi saksi korban, tentu yang paling tahu tentang peristiwa tersebut itu adalah korban," kata Martinus.
Menurut Martinus, keterangan Novel diharapkan menjadi informasi yang mendetail mengenai peristiwa yang terjadi pada saat penyerangan. Informasi tersebut yang kemudian bisa ditelusuri lebih lanjut oleh polisi.
"Ini penting bahwa kesaksian seseorang untuk memiliki nilai pembuktian, sehingga penting bagi penyidik memeriksa secara verbal saudara Novel sebagai saksi korban," kata dia.
Martinus menambahkan polisi juga menilai perlu ada koordinasi dengan KPK dalam melakukan pengusutan. Ia mengatakan kerja sama di antara kedua lembaga itu bisa dalam bentuk pertukaran informasi, melakukan investigasi bersama atau bisa juga melakukan kroscek informasi yang diperoleh.
Penyidik kepolisian diharapkan bisa mendapatkan masukan untuk bisa mengungkap pelaku penyiraman air keras tersebut. "Tentu instansinya kami ajak untuk melakukan satu pertukaran informasi, satu kerja sama yang kemudian penting bagi kita menunjukkan satu keseriusan bagi kita supaya wadah dimana saudara Novel bekerja bisa mengetahui progres-progresnya," kata dia.