Oknum Polisi di Pekanbaru Riau Diduga Pukul dan Kejar Warga dengan Senjata Tajam

datariau.com
890 view
Oknum Polisi di Pekanbaru Riau Diduga Pukul dan Kejar Warga dengan Senjata Tajam
Riauterkini.com
Hengki saat memperlihatkan bekas memar akibat dipukul oknum polisi.

PEKANBARU, datariau.com - Aipda HM, seorang anggota Polsek Tampan dilaporkan Hengki (24), warga Cipta Karya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, Senin (5/9/2016).

Usai membuat laporan, korban langsung disarankan oleh petugas SPKT Polda untuk melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Kartini Pekanbaru.

Kepada wartawan, Hengki menungkapkan kronologis dirinya dipukul dan dikejar pakai sebilah parang oleh oknum Polsek Tampan tersebut. Parahnya, saat kejadian itu Aipda Hm sedang berpakaian dinas.

Diakui Hengki, dirinya memang ada kerjasama dengan Aipda Hm untuk sebuah pekerjaan penimbunan. Dalam kerjasama itu, Aipda Hm sudah menyetorkan uang sebesar Rp20 juta.

Telah enam bulan proyek selesai, uang proyek belum juga dibayarkan kontraktor. Saat Hengki menanyakannya, sang kontraktor menyebut Aipda Hm meminta agar pembayaran pekerjaan penimbunan itu ditahan.

"Pihak kontraktor bilang temui dulu Aipda Hm, karena dia bilang uangnya ada yang belum saya bayarkan sebanyak Rp40 juta," tuturnya.

Hengki pun merasa heran. Seingat dia, uang Aipda Hm yang dipinjamnya untuk menjalankan proyek hanya Rp20 juta. Ditambah lagi ada pekerjaan proyek Aipda Hm yang dikerjakan Hengki tapi belum dibayarkan. Nominalnya mencapai Rp8 juta.

Senin pagi, sekira pukul 07.15 WIB, Hengki berencana mengambil alat berat. Tetapi di perempatan lampu merah Jalan Delima-Jalan Melati, Panam, korban berjumpa dengan pelaku.

Hengki langsung bertanya ihwal uang Rp40 juta yang dikatakan kontraktor kepada Aipda Hm. Pertanyaan itu langsung disambut "bogem" mentah di bagian pipi kanan yang menyebabkan lebam. Tidak sampai di situ, Henki pun diburu oknum anggota Polsek Tampan itu dengan menggunakan sebilah parang.

Marizon, ayah Hengki yang ikut mendampingi anaknya membuat laporan SPKT Polda Riau sangat menyayangkan perbuatan Aipda Hm tersebut. Dikatakan, apa yang dilakukannya sudah melewati etika. Apalagi Aipda Hm sendiri sudah mengenalinya dan anaknya secara baik.

"Dia kenal saya. Apa yang yang dilakukannya sudah tidak etis. Apalagi dia memukul anak saya dan mengejarnya pakai parang masih menggunakan pakaian dinas," tukas pria yang akrab disapa Jon Bob ini.

Editor
: Razi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)