Massa Minta DPRD Pekanbaru Bersuara Soal Bea Cukai

datariau.com
785 view
Massa Minta DPRD Pekanbaru Bersuara Soal Bea Cukai
Foto: Ist
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga saat menyambut aksi massa.

PEKANBARU, datariau.com - Puluhan pendemo yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Penegakan Hukum (AMPUH), melakukan aksi menuntut dugaan jaringan mafia yang ada di tubuh Bea Cukai.

Dari pantauan, massa meneriakkan dan mendesak DPRD Kota Pekanbaru bersuara, karena selama ini Bea Cukai dianggap kecolongan dalam memberantas jaringan penyelundupan barang-barang impor.

Massa juga terlihat memecahkan botol minuman keras (Miras) serta membuang satu ekor bangkai tikus di depan gedung DPRD Kota Pekanbaru, sebagai bentuk ketidakpuasan dalam lemahnya kinerja Bea Cukai saat ini.

"Itu (bangkai tikus, red) sebagai bentuk kemarahan kami, ibaratnya kerja bea cukai itu seperti itu (bangkai tikus, red) dari kami. Banyak busuknya," kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Sami'an, kepada wartawan, Senin (29/7/2019).

Dia juga menilai, selama ini banyak barang-barang impor yang masuk dan disinyalir tanpa sepengetahuan pihak bea cukai. Dan mereka meminta DPRD segera menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan dari mereka.

"Lemah pengawasannya. Artinya kami dari masyarakat melihat ini berimplikasi terhadap PAD dan tentu saja ini merugikan masyarakat Pekanbaru," jelasnya.

"Kita lihat saja contohnya, pelabuhan tikus, pergudangan tempat impor barang-barang ilegal, ada kesalahan kenapa hal ini tidak diawasi," sambungnya.

Kedatangan massa ini disambut Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga SE. Dalam sambutannya di depan masaa aksi, dia berjanji akan segera menindaklanjuti laporan yang masuk tersebut.

"Dalam minggu-minggu kni akan kita buktikan. Kita akan lakukan tindakan. Disaat turun nanti kita akan buktikan," ucap Politisi PDIP tersebut.

Romi menyebut, apa yang disampaikan di media selama ini, ditanggapi oleh masyarakat. Dan hari ini sudah banyak masyarakat yang dirugikan.

"Sampai saat ini banyak barang-barang branded impor dari Singapore. Dengan itu juga banyak PAD terganggu dengan masuknya barang-barang impor ilegal ini," pungkasnya. (rik)

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:Bea Cukai
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)