RSI Ibnu Sina Pekanbaru Launching Layanan Cath Lab

Datariau.com
1.651 view
RSI Ibnu Sina Pekanbaru Launching Layanan Cath Lab

PEKANBARU, datariau.com - Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Pekanbaru resmi meluncurkan Layanan Catch Lab atau kateterisasi dan teropong jantung, Rabu (16/2/2022).

Peluncuran Catch Lab ini diresmikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Riau melalui Ketua Pengawas Ustadz MukhniBedahara Ardizal, Direktur Utama PT Syifa Utama Dr Hj Eniwati Khaidir MA, Ketua Komite Medis dr Amsar SpS serta Dokter Spesialis Jantung RSI Ibnu Sina dr Irwan SpJP (K) FIHA, Dr Pramudjo SpJP (K) FIHA, Dr Pradita SpJP.

Kehadiran pelayanan kateterisasi dan teropong jantung ini akan menambah pelayanan penunjang kesehatan yang disediakan RSI Ibnu Sina Pekanbaru dalam upaya penanganan pasien yang mengalami penyakit jantung.

Pasien yang dapat menerima pelayanan ini adalah mereka dengan nyeri dada yang disebabkan oleh sakit jantung. Sebelum menjalani tindakan ini, pasien harus menjalani pemeriksaan dan direkomendasikan oleh spesialis jantung.

Direktur RSI Ibnu Sina Pekanbaru dr Tryanda Ferdyansyah berharap, dengan diluncurkannya layanan Cath Lab yang merupakan salah satu pelayanan unggulan di RSI Ibnu Sina ini dapat menjadi pilihan warga Riau, khususnya Pekanbaru dalam menerima tindakan pertolongan untuk kondisi jantung dengan tepat.

"Mengingat bahwa hampir 25 persen masyarakat Indonesia mengalami sakit jantung dan 18 ribu kasus baru dari sakit jantung terjadi setiap tahunnya, sedangkan jumlah pelayanan Cath Lab yang ada di Riau masih terbatas. RSI Ibnu Sina selalu berupaya melihat kebutuhan kesehatan masyarakat dan menghadirkan pelayanan-pelayanan terbaik dengan konsep muslim friendly," jelasnya.

Adapun dokter yang menjadi pelaksana dalam pelayanan kateterisasi dan teropong jantung ini adalah dr Irwan SpJP (K) FIHA, yang merupakan dokter ahli intervensi / tindakan jantung senior yang ada di Provinsi Riau.

Layanan Catch Lab ini nantinya dapat membantu mendiagnosa kondisi jantung. Diantaranya, seperti penyakit arteri koroner, katup jantung yang rusak, cacat jantung bawaan, dan memberikan informasi mengenai kekuatan otot serta fungsi pemompaan jantung.

"Apabila dokter melihat terdapat pembuluh darah yang tersumbat, maka dokter jantung dapat memasang stent agar pembuluh darah pasien tetap lebar," tutup Direktur RSI Ibnu Sina Pekanbaru dr Trianda. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)