Prihatin, 1.500 Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid

Ruslan
964 view
Prihatin, 1.500 Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid
Foto: Net

DATARIAU.COM - Memprihatinkan, jumlah kematian tenaga kesehatan atau nakes karena terpapar Covid-19 hingga 25 Juli 2021 menembus 1.500. Berdasarkan data yang dikumpulkan LaporCovid-19, sampai Minggu (25/7/2021), terdapat 1.511 kematian nakes di seluruh Indonesia.

Angka tersebut bisa jadi lebih kecil dari yang ada di lapangan mengingat pembaruan data bukan berdasarkan angka real time.

Sebelumnya, angka kematian nakes berjumlah 1.496 atau terdapat kenaikan 15 kasus. Penambahan terdiri dari 13 perawat, 1 bidan dan 1 lagi profesi lainnya.

Nakes yang didata meliputi profesi dokter, perawat, dokter gigi, bidan, rekam radiologi, fisikawan medik, ahli teknologi laboratorium medik (ATLM), entomolog, elektromedik, sanitarian, apoteker, tenaga farmasi, petugas ambulan, terapis gigi, epidemiolog. Selain yang tersebut tadi masuk katergori lain-lain.

Koalisi Warga untuk LaporCovid-19 dibentuk oleh sekelompok individu yang memiliki perhatian terhadap hak asasi warga dan masalah kesehatan masyarakat terkait pandemi. Koalisi ini dibentuk di awal Maret 2020.

LaporCovid-19 merupakan kanal laporan warga yang digunakan sebagai tempat berbagi informasi mengenai kejadian terkait Covid-19. Salah satunya adalah dasbor Pusara Digital Tenaga Kesehatan Indonesia. Dasbor tersebut mengabadikan para nakes yang meninggal.

Disebutkan dalam laman LaporCovid-19, mereka (nakes) yang telah pergi tak akan kembali. Tapi kenangan tidak boleh padam. Para tenaga kesehatan yang gugur melawan Covid-19 bukan hanya angka-angka. Mereka memiliki kisah dan relasi sosial di masa lalu. Mereka juga punya peran dalam kehidupan kita kini dan kelak. Mereka akan terus abadi.

Pada Pusara Digital Tenaga Kesehatan Indonesia tersebut tersaji data jumlah maupun testimoni mengenai nakes yang meninggal.

Banyak pihak menyebut bahwa para nakes adalah garda terdepan peperangan melawan Covid-19, yakni dalam menyembuhkan dan menyelamatkan pasien.

Sementara itu di kalangan para nakes sendiri menganggap bahwa mereka adalah penjaga gawang terakhir. Justru garda terdepannya adalah masing-masing individu di dalam masyarakat yang harus menjaga diri agar tidak terpapar.

Nakes yang terpapar bahkan sampai meninggal merupakan salah satu persoalan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 sebab sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat.

Jumlah nakes otomatis berkurang sementara jumlah pasien yang terapapar Covid-19 terus meningkat. Semakin banyak penderita yang harus mendapatkan perawatan di RS membuat beban pekerjaan para nakes bertambah berat.

Dalam berbagai kesempatan baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun pejabat pemerintah menyampaikan kondisi nakes yang kelelahan.

Presiden Jokowi berkali-kali mengapresiasi kerja para nakes. Terakhir pada saat meninjau Rusun Pasar Rumput, Jakarta, awal Juli ini Jokowi mengucapkan terima kasih pada seluruh nakes dan relawan yang bekerja keras 24 jam menangani pandemi Covid-19.

?Saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para dokter, para nakes, dan seluruh relawan-relawan yang telah bekerja pagi, siang, malam, dalam rangka menangani Covid-19," kata Jokowi.

Banyaknya nakes yang terpapar dan meninggal membuat pemerintah mengambil kebijakan memberikan suntikan ketiga vaksinasi atau booster.

Pada rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (13/7), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna bagi nakes dimulai minggu itu.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)