Fenomena Spirit Doll di Kalangan Artis, Waspada Dampak Buruknya

Ruslan
884 view
Fenomena Spirit Doll di Kalangan Artis, Waspada Dampak Buruknya
Foto: Net

DATARIAU.COM - Fenomena spirit doll atau boneka arwah tengah digandrungi publik figur di Indonesia. Mulai dari Ivan Gunawan, Ruben Onsu hingga Soimah ?memelihara? boneka yang menyerupai bayi dan batita itu dengan berbagai rupa.

Mereka memperlakukan boneka yang diberi aksesoris dari ujung rambut hingga ujung kaki itu seperti layaknya anak sendiri. Namun, boneka itu berbeda dengan boneka yang biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan.

Tren memelihara spirit doll ini berkembang sekitar tahun 2016 di negara Thailand dengan nama Luk Thep atau malaikat anak. Sebagian besar warga yang memiliki boneka arwah ini meyakini bahwa spirit doll tersebut memiliki kekuatan supranatural atau pembawa keberuntungan.

Dari persepktif kesehatan mental, Psikolog Intan Erlita mengatakan, fenomena spirit doll ini dikhawatirkan membuat si pemilik merasakan daya khayal yang berlebih. Dampaknya, bisa mengganggu mental orang tersebut.

"Ketika boneka tersebut diperlakukan seperti ngajak ngobrol kemudian merasa punya ikatan secara emosional berlebihan dikhawatirkan menganggap boneka itu hidup. Ini kan bahaya ketergantungan pada benda mati dianggap seolah-olah memiliki 'nyawa'," ujar mantan presenter olahraga ini saat dihubungi merdeka.com, Selasa (4/1).

Namun, lanjut Intan, tak menutup kemungkinan ada faktor lain yang melatarbelakangi para selebritis memelihara spirit doll tersebut. Salah satunya, mencari sensasi. Sebab, kata dia, sebagai selebriti harus memiliki sesuatu agar namanya tetap jadi perbincangan publik.

"Biar menjadi berita. Bisa saja di rumah, boneka tersebut dibiarkan begitu saja, kita juga enggak tak tahu. Begitu di depan kamera, bonekanya diperlakukan seolah-oleh seperti bayi atau anak," jelas dia.

Bahaya jika Spirit Doll jadi Tren

Intan mengatakan, fenomena tersebut bahaya jika menjadi tren. Sebab, kata dia, sesuatu yang dimulai dari selebritis biasanya menjadi tren.

"Biasanya selebritis punya fans. Khawatirnya, si selebritis ini tahu untuk 'ngerem' di kondisi seperti apa untuk fenomena ini, tetapi para fansnya kebablasan. Fans mereka kan dari berbagai kalangan pendidikan, ekonomi dan usia. Nanti para fans ini menganggap menjadi hal wajar boneka diperlakukan berlebihan seperti itu," jelas dia.

"Ini yang bahaya jika mereka memiliki daya khayal masing-masing dan menganggap itu hal yang benar, padahal hal yang keliru," tambah dia.

Poinnya, kata Intan, sesuatu yang berlebihan nanti efeknya akan negatif. Intan menyampaikan, masyarakat harus tegas memutuskan fenomena spirit doll ini baik atau buruk ke depannya. Mumpung masih di awal.

"Mungkin saja, ada orang-orang dewasa yang sebenarnya menyukai main boneka. Jika sebelumnya mereka menyembunyikan, tetapi tren ini berkembang, akhirnya mereka berani tampil. Ini bisa mempengaruhi sekitarnya. Contohnya, hal yang biasa di Jepang ada orang yang menikah dengan boneka. Karena sebelumnya terjadi pembiaran akan hal itu," tegas dia.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)