KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Bupati Meranti H Muhammad Adil SH gelar Rapat Penanganan Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro Tingkat Desa dan Kecamatan Sekabupaten Kepulauan Meranti di Gedung Hijau pada, malam (21/05/2021).
Turut hadir Kapolres Kepulauan Meranti AKB Wimpiyanto H SIK, Sekda Meranti H Kamsol, Asisten I Samsudin, Danramil 02 Mayor Bismi Tambunan SE, Kepala Desa Se-kabupaten, Camat Se-kabupaten, Para Kapolsek, Kasat POL-PP Helfandi. Lurah Se-Kabupaten, Danposal (Jery Hendra dan lainnya.

Dalam rapat tersebut Bupati Meranti H Muhammad Adil SH juga selaku ketua DPC PKB, mengatakan bahwa hasil rapat dengan Presiden dia memberikan waktu kurun waktu 2 Minggu untuk melakukan penanganan Covid-19 khusunya di Kabupaten Kabupaten masing-masing, kemudian kita wajib melakukan tracking dan semua kepala desa saya perintahkan untuk membentuk (Posko) dengan memakai dana masing-masing jangan tumpang tindih.
Disampaikanya pesan Presiden RI bahwa jangan lengah harus cepat tanggap, kita harus besenergi dan dijaga poksonya dan jangan lengah seperti saat ini yang terjadi di negara India yang banyak meninggal dunia. Kemudian kita tak boleh lengah, kalau bisa secepatnya dan dijaga kalau orang lewat ditanya ditulis, saya mengharapkan kepada hadirin yang rapat malam ini, agar tidak main-main apa lagi fiktif jika main-main kita sudah ada kerja sama dengan Polres dan Jaksa, jika tidak bina akan kita binasakan.
"Saya harapkan kepala Desa agar melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas harus diajak dalam rapat dalam penanganan Covid19. Jadi saya harap kordinasi terus jangan lengah dan jaga masing-masing posko dan buat laporan setiap hari semalam dua Minggu kedepan," ungkapnya H Muhammad Adil SH.
"Saya ingatkan kembali bagi Desa dan Kecamatan agar dapat mengawasi dengan ketat daerah masing-masing jangan lengah dan coba dicatat bagi orang yang datang ditanya dari kemana mau kemana jangan lengah-lengah. Selanjutnya untuk masalah pesta pernikahan dan acara-acara yang mengundang banyak orang selama dua Minggu ini tidak boleh, mohon disosialisasi kepada masyarakat Desa dan Kecamatan jika usil bubarkan saja," tegasnya H Muhammad Adil SH.
Kemudian Kapolres AKBP Wimpiyanto H SIK menyampaikan bahwa setiap zona itu beda penangananya, kemudian bagaimana proses jika ada yang postif dan bagaimana cara mengobati tentu berbeda-beda itemnya, pada prinsipnya setiap posko menyakut 5 item tersebut selain Posko juga perlu ada data melihat warna zonanya. Kemudian dalam melaksanakan penganangan Covid-19 harus bekerja sama semua unsur tidak bisa bekerja sendiri.
"Alhamdulillah hari ini sembuh sudah 5 orang dan saya harapkan lebih fokus dalam penganan agar lebih banyak lagi penurunan, kemudian perbanyak makan vitamin dan menjaga kebersihan kemudian setiap Desa akan diisi dengan Bhabinkamtibmas yang akan membuat laporan," tutupnya Kapolres AKBP Wimpiyanto H SIK. (put)