Waspadai Nyeri Punggungmu

Ruslan
797 view
Waspadai Nyeri Punggungmu
Foto: Int
Ilustrasi

DATARIAU.COM - Sudah hampir dua bulan ini Anita (29) mengeluhkan sakit di area pinggang, terkadang punggung. Awalnya ia pikir hanya 'masuk angin' biasa, namun lama kelamaan nyeri yang dialami semakin menjadi-jadi.  Ia sudah coba melakukan pijat, tapi nyeri yang dialami tak kunjung reda. Dokter umum yang ia datangi menganjurkannya untuk memeriksakan kondisinya ke dokter saraf.

"Agak ngeri juga waktu disuruh ke dokter saraf. Tapi akhirnya saya datang juga. Katanya saya kena lower backpain," ujarnya ditemui VIVA di Jakarta.

Dokter menyebut kebiasaannya duduk terlalu lama dan berkendara yang sebabkan nyeri di area tulang belakang. Setelah melalui beberapa pemeriksaan akhirnya Anita mulai melakukan aktivitas untuk mengurangi nyerinya seperti olahraga yoga, dan berenang.

"Sekarang agak mendingan sih. Minimal saya tahu harus melakukan apa jika nyerinya menyerang.".

Anita hanyalah satu dari sekian banyak orang yang terkena masalah tulang belakang. Sakit pinggang dan nyeri punggung merupakan penyakit yang paling umum setelah sakit kepala. 

Pakar Orthopedi Dr dr Luthfi Gatam, Sp. OT-K Spine, FICS, Ph D menyebutkan bahwa angka penderita masalah tulang belakang cukup tinggi. Menurutnya, setiap orang berusia di atas 50 tahun, 80 persennya pernah mengalami masalah tulang belakang.

"Dari 80 persen itu kemudian ada 10 persennya menjadi masalah serius. Lalu dari 10 persen itu rata-rata 2-10 persennya itu mengalami tindakan operatif. Anda bisa bayangkan berapa banyak penduduk Indonesia," ujarnya kepada VIVA ditemui di Rumah Sakit Premier Bintaro.

Ia mengaku 95 persen kasus yang ia temui adalah akibat dari cara masing-masing individu beraktivitas, misalnya cara berjalan, berdiri, duduk, bahkan mungkin cara tidur yang buruk. 

Tulang belakang adalah tulang yang istimewa. Meskipun terkesan sederhana namun fungsinya tak main-main. WebMD menyebut bahwa tulang belakang menyangga bagian tubuh atas sedemikian rupa agar tegak, proporsional, namun tetap elastis.

"Kalau bicara tulang belakang sebetulnya tulang yang menopang tubuh kita dari atas sampai pinggang bawah. Daerah leher punggung, pinggang bawah, bokong, tulang ekor sampai tulang bawah. Tulang-tulang tersebut berbentuk ruas-ruas agar fleksibel bergerak." ujar dokter yang malang melintang sebagai dokter Orthopedi lebih dari 15 tahun.

Tulang belakang meliputi tulang leher (cervical), bagian tengah belakang (thoracal), dan bawah belakang (lumbal/pinggang).

Selain itu, yang cukup krusial menurutnya di dalam tulang belakang terdapat banyak saraf yang menghubungkan antara otak dan anggota gerak untuk berbagai keperluan salah satunya bernapas.

"Karenanya kalau ada sesuatu di dalam tulang yang mengenai saraf itu, otomatis kontak atau perintah dari otak enggak akan sampai.".

Dokter yang juga Ketua IOA-PABOI (Indonesian Orthopaedic Association) ini menganalogikan tulang belakang dengan pusat pembangkit listrik. 

"Ibaratnya otak kita seperti waduk Jatiluhur yang menjadi pusat listrik, kemudian rumah-rumah kita sebagai anggota gerak, lalu kabel yang menghubungkan antara waduk dan rumah adalah kabel utama. Artinya area tersebut sangat vital, dan kalau terjadi sesuatu kelumpuhannya bisa fatal.".

Masalah Terkait Tulang Belakang

Tulang belakang merupakan salah satu bagian terkuat dalam tubuh. Begitu tulang penopang utama tubuh ini terganggu, rasa sakit akan menyerang sehingga produktivitas terganggu. 

Bila saraf spinal (sistem saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang yang merupakan bagian dari sistem saraf pusat (SSP) di tubuh) yang berada di sepanjang tulang belakang sampai cedera, akan timbul risiko nyeri atau mati rasa pada sebagian tubuh. Sedangkan cedera punggung berat dapat menimbulkan kerusakan permanen pada saraf spinal serta kelumpuhan. 

Dilansir laman medicalnewstoday, gangguan pada tulang belakang bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya gangguan otot, tulang yang hancur, gangguan pada sendi, infeksi, sampai tumor. 

"Dengan kata lain, semua jenis penyakit yang ada di badan kita misal infeksi tumor, degenerasi metabolisme atau trauma itu bisa kena ke tulang dan bisa fatal jika didiamkan terus menerus," ujar dr Lutfi.

Kenali Nyeri yang Menjalar

Gejala masalah tulang belakang seringkali terlewatkan, banyak yang awalnya hanya menganggap nyeri yang dialaminya belum terlalu serius.

Lalu bagaimana cara membedakan nyeri yang ditimbulkan masalah nyeri punggung dan penyakit lainnya? 

"Kita mesti lakukan diferensial diagnosis  dahulu, karena enggak semua saraf ada hubungannya dengan tulang belakang." 

Ia menyebut nyeri tulang belakang datang secara gradual. 

"Misalnya ada tanda-tanda nyeri disertai kesemutan atau baal yang menjalar itu harus waspada bisa jadi kemungkinan ada masalah di tulang belakang.".

Salah satu penyakit tulang belakang yang paling ditakuti adalah 'saraf kejepit' atau HNP. HNP adalah singkatan dari Herniasi Nukleus Pulposus (Herniated Nucleus Pulposus) artinya adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang sehingga penonjolan tersebut menekan saraf sebagai akibatnya timbullah rasa sakit, kesemutan, dan kelemahan pada anggota gerak yang dipersarafi bisa punggung, pinggang, lengan atau tungkai.

"Gejala nyeri yang timbul mulai dari nyeri yang menjalar dari daerah tulang belakang ke tangan disertai kesemutan disertai rasa baal itu tandanya saraf kita terjepit," ujar dr Lutfi.

Ciri khas nyeri yang disebabkan saraf terjepit adalah rasa nyeri yang dialami tidak bisa ditunjuk di satu titik dan nyeri terasa hebat saat bangun tidur.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: viva.co.id
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)