DATARIAU.COM - Untuk melengkapi nutrisi si kecil sang ibu harus tepat dalam melakukannya. Termasuk dalam jadwal memberi makan. Tak seperti orang dewasa, jadwal makan si kecil tak boleh sembarangan. Apabila itu terjadi maka bisa memicu masalah.
Ahli gizi Rita Ramayulis mengatakan "Anak tidak boleh miliki jadwal makan acakadul waktunya. Enggak boleh. Itu memancing ia jadi picky eater dan memancing obesitas".
Rita mencontohkan, apabila anak biasa sarapan setiap pukul 07.00, keesokan hari harus makan kurang lebih di jam yang sama. Begitu pula dengan hari-hari berikutnya.
"Enggak bisa seenak ibu. Kalau ibu bangun jam 6, terus anak dikasih makan jam 6. Tidak bisa begitu," tegasnya.
Bila jadwal makan anak berantakan hal tersebut bisa merusak reaksi kimia yang ada di tubuh.
Selain tepat jadwal, orangtua juga wajib memastikan tepat jenis dan tepat jumlah kala memberikan makanan ke anak.
"Tepat jenis itu bicara keanekaragaman, anak harus mendapatkan karbohidrat. Misalnya, tidak hanya nasi, ada kentang juga. Jadi kalau sudah makan nasi ya tidak usah makan kentang lagi," tutur Rita.
Lalu, setiap kali makan anak juga memerlukan protein nabati dan hewani, sayuran, buah dan lemak.
Mengenai tepat jumlah, hal ini terkait dengan piring makan. Pada anak-anak jumlah antara karbohidrat dengan protein sama banyaknya. Sementara, sayur jumlahnya setengah dari nasi dan buah setengah dari nasi.