Penyakit Hemofilia Disosialisasikan di Riau, Sudah 25.000 Orang Terjangkit

datariau.com
1.860 view
Penyakit Hemofilia Disosialisasikan di Riau, Sudah 25.000 Orang Terjangkit
Foto: Mirdas Aditya
Pasien Hemofilia saat menghadiri Family Ghatering Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Provinsi Riau di Water Park Bombara Pasir Putih Pekanbaru baru-baru ini.

PEKANBARU, datariau.com - Di Indonesia diperkirakan ada sekitar 25.000 pasien Hemofilia, namun sampai saat ini baru sekitar 1.700 pasien yang terdeteksi mengidap Hemofilia tersebut. Sedangkan di Riau sendiri sampai saat ini baru terdaftar 120 penderita. Hal ini disebabkan keterbatasan informasi dan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Hemofilia.

 

Hal tersebut dikatakan Ketua Pelaksana Sosialisasi Hemofilia, Zaid Yuli SH saat memberikan sambutan pada acara Family Ghatering Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Provinsi Riau di Water Park Bombara Pasir Putih Pekanbaru baru-baru ini.

 

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kampar, Pekanbaru, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rohul, Dumai, Inhil, Inhu dan donatur swasta serta RSUD yang ada di Provinsi Riau atas kerjasamanya selama ini sehingga terlayani pasien Hemofilia ini dengan semestinya," ujar Zaid.

 

Dijelaskannya, penyelenggaraan acara Sosialisasi Hefilia ini dalam rangka World Haemopholia Day mengusung tema "Maju Bersama HMHI Riau untuk Mewujudkan Masyarakat Hemofilia Hidup Normal dan Produktif".

 

"Kegiatan ini juga bertujuan memberikan informasi tentang Hemofilia kepada tenaga medis Puskesmas di Provinsi Riau, tenaga kerja Pemprov Riau, Dinas Kesehatan dan tenaga medis Rumah Sakit di Pekanbaru agar mengetahui dan membantu sosialisasi serta penanganan sehingga masyarakat mengetahui dan dapat menangani secara dini," ucapnya.

 

Selain itu juga edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan sehingga penanganannya dapat optimal karena penanganan Hemofilia ini bukan saja tanggungjawab masyarakat namun tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat termasuk tenaga medis.

 

Tim Medis Hemofilia Dr Elmi Ridar SPA menjelaskan penyakit Hemofilia ini merupakan kelainan perdarahan yang diturunkan secara resesif, yaitu defisiensi faktor VIII pada Hemofilia A dan Defisiensi Faktor IX pada Hemofilia B.

 

"Darah seorang penderita Hemofilia umumnya tidak membeku dengan sendirinya. Penderita Hemofilia kebanyakan mengalami gangguan pendarahan pada kulit, seperti memar akibat benturan kecil, atau memar akibat melakukan aktivitas yang berat serta ada pula yang mengalami pembengkakan persendian seperti lutut, pergelangan kaki atau siku," ucap Elmi.

 

"Pendarahan akan membahayakan jika terjadi pada organ vital sepertik otak," lanjutnya.

 

Hadir pada acara tersebut Dr Desi Kustiati dari RS Arifin Ahmad, Dr Nuraisyah dari RSUD Bangkinang, dan Prodia Andi Gultom.

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Mirdas Aditya
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)