RENGAT, datariau.com - Sekalipun sudah mendapat arahan dari Bupati Indragiri Hulu tentang penanganan balita yang akan menjalani operasi cangkok hati atas penyakit gagal hati, sepertinya bakal gagal menjalani operasi di RS di Jakarta.
Pasalnya, biaya untuk transprotasi dan biaya sehari-hari untuk pendamping si sakit di Jakarta nanti masih menjadi kendala yang sangat berarti bagi keluarga korban yang tergolong warga dengan perekonomian menengah kebawah ini.
"Untuk biaya operasi cangkok hati bila atas permintahan dokter, biaya ditanggung oleh BPJS, namun untuk biaya transprotasi dari Pekanbaru ke Jakarta tidak ditanggung oleh BPJS. Untuk berangkat dari RSUD Indrasari ke RSUD Arifin Achmad bisa ditanggung oleh BPJS," sebut Aris, TU RSUD Indrasari Pematang Reba, Kamis (23/3/2017).
"Mengenai operasi cangkok hati, tidak harus umur 9 bulan, dengan kondisi pasien yang seperti ini bisa saja menjalani operasi cangkok hati, sebagaimana keterangan dokter dari RS Jakarta tadi saat saya konfirmasi," sebut Aris lagi.
"Dengan kondisi pasien seperti ini, pagi ini juga pasien kita rujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru dan setelah itu akan segera dirujuk ke RS Jakarta," terangnya.
Sementara itu Ibu dari korban Najuah Fitri (7 bulan), Ngatemi kepada datariau.com di ruang UGD RSUD Indrasari menjelaskan, pihaknya sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Inhu yang telah membantu anaknya yang akhirnya dapat menjalani operasi cangkok hati dengan biaya ditanggung oleh BPJS.
"Namun kami sepertinya gagal untuk berangkat ke Jakarta untuk menjalan operasi tersebut, karena untuk biaya transprostasi dan kebuthan sehari-hari kami di Jakarta tidak ada. Sedangkan waktu menjalani operasi di RSUD Arifin Achmad kami keluarga sudah kebingungan," keluh Ngatemi.
Sementara Bupati Inhu H Yopi Arianto SE yang hendak mencarikan solusi dan jalan keluar tentang penangan dan biaya Najuah Fitri, langsung menggelar rapat di kantor Bupati lantai 4 bersama OPD dan kepala dinas.
Informasi terakhir yang di rangkum tim datariau.com, Najuah Firti sudah berangkat dari RSUD Indrasari Pematang Reba ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sekitar pukul 11.00 wib, dan saat ini tim datariau.com sedang menunggu Bupati Inhu di Kantor Bupati.
Sebelumnya, Bupati Inhu H Yopi Arianto SE bergerak cepat untuk menolong warga yang sakit. Tidak butuh waktu lama, begitu mendapat kabar, Bupati Inhu langsung merespon dan intruksikan kepada keluarga untuk membawa si sakit ke RSUD Indrasari. Dalam pekan ini sudah dua kali bupati Inhu membantu warganya yang sakit.
"Sampaikan kepada pihak keluarga Najuah Fitri, malam ini atau besok pagi untuk dirawat di RSUD Indrasari Pematang Reba, dan setalah itu jumpai Dirut RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan Inhu," sebut Bupati Inhu H Yopi Arianto kepada datariau.com, Rabu (22/3/2017) sekitar pukul 18.39 Wib melalui selulernya.
"Bilang kepada mereka ini perintah saya, dan bila ada kendala cepat kasih tahu saya, secepatnya," tegas Bupati.
Saat disinggung mengenai biaya untuk menunggu untuk operasi di Jakarta, Bupati mengaku akan memikirkannya nanti, karena yang terpenting saat ini si sakit bisa segera mendapatkan perawatan dengan baik dan layak dari tenaga medis.
"Nanti kita pikirkan dan kita cari solusinya bersama, yang penting si sakit segera ditangani dulu dengan medis," pungkasnya.