DATARIAU.COM - Khabib Nurmagomedov belakangan ini menjadi perbincangan banyak orang. Ia berhasil mengalahkan Cornor McGregor di piala UFC dan Khabib pun mendapat banyak perhatian karena aksi brutalnya setelah pertandingan.
Lepas dari masalah ring tarung bebas, tampilan Khabib juga menyita perhatian, khususnya pada telinga yang dinilai berbeda dari kebanyakan orang. Tapi, apakah Anda tahu kenapa telinga petarung asal Rusia itu berbeda?
Masalah yang dialami Khabib ini terjadi karena trauma langsung yang dialami Khabib di ring. Karena adanya hantaman sangat keras dan terjadi berulang kali, pembuluh darah di area telinganya menjadi bengkak dan lama kelamaan terlihat seperti tulang yang menutupi keseluruhan bagian telinga.
Kondisi ini biasa dinamakan dengan Cauliflower ears. Kondisi ini terjadi karena adanya hantaman secara terus menerus pada area telinga hingga terjadi hematoma atau penggumpalan darah yang mana itu membuat aliran darah di area tersebut tersumbat dan bisa membuat pembengkakan permanen.
Lebih lanjut, masalah ini biasanya terkait dengan cedera olahraga. Ketika aliran darah terhambat, kartilago yang terkena dapat mati dan tanpa jaringan pendukung dan bisa melipat dengan sendirinya.
Kemudian, jaringan parut bisa terbentuk, memberikan kontribusi pada tampilan yang bengkak dan cacat. Seiring waktu, efeknya bisa menjadi lebih menonjol dan kondisi ini biasanya dapat dicegah, bahkan cedera sudah terbentuk.
Cara mencegahnya bagaimana?
Diterangkan bahwa hal terpenting yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi Cauliflower Ears ini adalah memakai head gear yang sesuai ketika melakukan aktivitas yang meningkatan risiko trauma telinga seperti gulat, tinju, rugby, dan olahraga lainnya yang bersingungan secara dekat dengan lawannya.
Tidak hanya head gear, helm yang terlalu longgar dapat terlepas dari kelapa dan ini membuat risiko masalah semakin serius. Tapi, jika terlalu ketat juga bisa menggangu telinga, terutama ketika berulang kali mendapat gesekan telinga saat membuka atau memakainya.
Satu hal yang mesti diperhatikan juga ialah seluruh atlet harus menyadari faktor risiko dari masalah yang bisa timbul dari aktivitas fisik yang dilakukan. Jika memang sangat berisiko, konsultasi pada dokter olahraga bisa menjadi pilihan yang baik untuk menghindari cedera.