ARAB SAUDI, datariau.com - Seratusan orang wafat dalam kecelakaan jatuhnya alat berat di Mekah, seperti dinyatakan pihak berwenang Arab Saudi.
Sementara itu ratusan orang lainnya cedera karena jatuhnya alat derek di Masjidil Haram di Mekah, Jumat 11 September 2015 sore menjelang maghrib waktu setempat.
Masih belum jelas penyebab kecelakaan namun foto dari tempat kejadian memperlihatkan alat derek berwarna merah yang besar jatuh menembus atap masjid.
Namun angin keras dilaporkan melanda kawasan Semenanjung Arab pada pekan lalu. Beberapa gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah jemaah haji dengan jubah berdarah tergeletak di lantai dan puing-puing yang berserakan.
Ambruknya alat derek ini terjadi menjelang musim ibadah haji yang akan biasanya diikuti sekitar dua juta umat Islam seluruh dunia.
Pekerjaan bangunan di Masjidil Haram di Mekah sudah berlangsung cukup lama. Pihak berwenang Arab Saudi sudah lama bersiap-siap menyambut datangnya para umat Islam dunia ke Mekah untuk tahun ini.
Tahun lalu, jumlah jemaah haji dikurangi demi alasan keamanan karena pekerjaan bangunan untuk memperluas Masjidil Haram.
Rencananya kawasan masjid akan diperluas 400.000 m2 untuk bisa menampung sekitar 2,2 juta jiwa pada saat bersamaan.

Ratusan jemaah haji meninggal karena terinjak-injak dalam kecelakaan pada tahun 2006 lalu. Maka dilakukanlah perluasan agar bisa menampung jamaah haji melakukan tawaf.
Hingga Sabtu (12/9/2015) dini hari tadi, jumlah korban meninggal telah melampaui 100 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak dua orang merupakan WNI.
Berdasarkan keterangan kantor urusan haji Konsulat Jenderal RI di Jeddah, dua korban bernama Masnauli Hasibuan dari embarkasi Medan (MES 09) dan Siti Rasti Darmini dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 03).

Adapun korban cedera secara keseluruhan mencapai lebih dari 230 orang. Sedikitnya 23 orang ialah WNI. Mereka dirawat di Rumah Sakit An Nur, Rumah Sakit Jahir, dan Rumah Sakit King Abdullah.
Direktur Jenderal badan tersebut, Letnan Sulayman Bin-Abdullah al-Amr, mengatakan angin kencang berkecepatan 83 km/jam dan hujan deras merupakan penyebab insiden.
Insiden itu, menurut Al-Amr, terjadi manakala para jemaah tengah mengikut salat Jumat. Dia menambahkan bahwa penyelidikan akan dilakukan untuk meninjau kerusakan dan tingkat keselamatan di sekitar Masjidil Haram.

Sementara itu, melalui keterangan pers dari tim komunikasi kepresidenan, Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi di Masjidil Haram.
Presiden menjelaskan bahwa dirinya mendapat kabar adanya musibah itu saat baru tiba di Jeddah.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakanbahwa Presiden Jokowi bermaksud menjenguk langsung para korban di RS An Nur, tempat para korban musibah Masjidil Haram dirawat.

"Tapi atas berbagai pertimbangan, di antaranya pertimbangan masalah keamanan dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia tidak bisa menjenguk malam ini dan juga memerlukan waktu koordinasi yang cukup panjang," ujar Anung.

Kunjungan Presiden ke Jeddah ini merupakan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden ke Timur Tengah selama lima hari. Arab Saudi merupakan negara pertama yang dikunjungi, setelah bermalam selama dua hari, Presiden akan melanjutkan lawatannya ke Uni Emirat Arab dan Qatar.
(umm)