Infotorial Pemkab Siak

Tanam Nilai Budaya dan Sejarah Kesultanan Siak Sejak Dini Lewat Belajar Bersama di Museum

Hermansyah
1.337 view
Tanam Nilai Budaya dan Sejarah Kesultanan Siak Sejak Dini Lewat Belajar Bersama di Museum
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak yang telah melaksanakan kegiatan belajar bersama di museum, pagelaran seni dan pameran temporer.

Kegiatan ini dibuka Bupati Siak Drs H Alfedri MSi ditandai dengan membunyikan meriam bambu sesuai dengan tema permainan tradisional.

"Kegiatan ini sangat penting, karena kita mentransfer nilai-nilai kebudayaan kepada para pelajar. Upaya kemajuan kebudayaan sesuai dengan UU Nomor 25, Pemerintah Daerah dan juga seluruh masyarakat harus melakukan perlindungan, pelestarian, pemberdayaan dan pemanfaatan kebudayaan," kata Alfedri, saat membuka belajar bersama di museum, Pagelaran Seni dan Pameran Temporer, di Museum Budaya dan Sejarah Balairung Sri, Senin (8/5/2023).

Alfedri meminta agar museum dibuka setiap hari, apalagi di hari libur agar masyarakat dan pengunjung datang dapat melihat museum.

"Saya berharap museum ini buka setiap hari, karena ketika ada masyarakat yang ingin melihat museum, bisa masuk dan melihat budaya dan sejarah yang ada," kata Alfedri.

"Selain itu, museum ini dibuat seperti museum berjalan atau keliling seperti yang sampaikan Pak Kadis tadi, jadi kita bisa mengedukasi masyarakat secara langsung, apalagi ketika pelaksanaan Program Bujang Kampung yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat, pasti akan menjadi daya tarik tersendiri," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Mahadar mengatakan, tujuan kegiatan belajar bersama di museum, pagelaran seni, pameran temporer dan museum keliling adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap museum.

"Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini, akan meningkatkan jumlah kunjungan kedalam museum yang ada di Kabupaten Siak, juga menjadi sarana edukasi, riset, sosial dan budaya," harap Mahadar.

Pada kegiatan belajar bersama di museum, diikuti 100 orang perwakilan dari 14 Kecamatan, yang terdiri dari guru, peserta didik dari jenjang Paud, TK, SD dan SMP.

"Nantinya para peserta akan diberikan materi diantaranya belajar tentang museum Balai Rung Sri, belajar tentang Tanjak Siak, belajar mengenai Silsilah Kesultanan Siak, dan masih banyak materi lainnya," kata Mahadar.

"Selain itu, juga ada pameran temporer yang dilaksanakan dimulai dari tanggal 8 Mei hingga akhir tahun 2023 dengan tema permainan tradisional, serta menampilkan permainan tradisional dan terbuka untuk umum," jelasnya. (inf)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)