Infotorial Pemkab Siak

HUT Ke-24 Siak, 122 Kampung Terima Kado Terindah dari Gubernur Riau

Hermansyah
3.032 view
HUT Ke-24 Siak, 122 Kampung Terima Kado Terindah dari Gubernur Riau
Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi bersama Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Senyum ceria terpancar dari raut wajah para penghulu di Kabupaten Siak. Pasalnya di hari jadi ke-24 Kabupaten Siak, Kamis (12/10/2023). Sebanyak 122 penghulu menerima kado terindah dari Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi.

Adapun kado terindah dari Gubernur Riau itu, berupa dana bantuan keuangan khusus (BKK) kepada 122 kampung di wilayah Kabupaten Siak.

Momentum penting ini, patut di syukuri, karena acara seremonial itu tersebut, dihadiri langsung oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi disaksikan Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM di Embung Terpadu Kampung Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (12/10/2023).

BKK merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat kesejahteraan dan perkembangan desa-desa/kampung di Kabupaten Siak.

Selain itu, bantuan ini diserahkan dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, meningkatkan pendidikan, kesehatan, serta penurunan kemiskinan ekstrim dan stunting di kampung.

"Kami ucapkan tahniah dan selamat kepada seluruh desa di Kabupaten Siak, karena hari ini merupakan penyaluran dana BKK Pemprov Riau kepada desa tahun anggaran 2023 yang dilaksanakan secara simbolis di Kabupaten Siak," katanya.

Dikatakan Syamsuar, penggunaan dana bantuan ini tentunya dapat memberikan manfaat yang optimal dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

Menurutnya, sejak tahun 2019-2023 Pemprov Riau telah menyalurkan dana BKK kepada Kabupaten Siak senilai Rp87,51 miliar dan di terima oleh 122 desa.

"Dapat kami sampaikan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2023, Pemprov Riau telah menyalurkan BKK kepada desa di Kabupaten Siak sebesar Rp87,51 miliar. Tentunya ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan desa," ungkapnya.

Disampaikan Gubernur Riau, tahun 2019 telah disalurkan dana BKK sebesar Rp24,40 miliar. Kemudian pada 2020 telah diserahkan sebesar Rp10,24 miliar dan 2021 telah diberikan sebesar Rp12,05 miliar.

Selanjutnya, pada tahun 2022 telah disalurkan sebesar Rp18,75 miliar. Sedangkan pada tahun ini, masih dalam proses penyaluran sebesar Rp22,08 miliar kepada desa di Kabupaten Siak.

"Jadi, tahun 2023 ini ada Rp22,08 miliar yang sedang di proses penyalurannya. Sehingga kami sangat berharap agar seluruh desa dapat menggunakan bantuan keuangan ini sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan," terangnya.

Selanjutnya, dengan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Riau tersebut, membuktikan adanya peningkatan desa mandiri dan maju.

Oleh karna itu, tujuan bantuan keuangan ini adalah sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Riau ikut serta bersama kabupaten/kota dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Artinya tentu agar penggunaan dana tersebut, dapat memberikan manfaat yang optimal meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan di desa," ucap Syamsuar.

"Semoga upaya yang kita lakukan dalam percepatan pembangunan desa menuju terwujudnya desa mandiri untuk menuju Riau yang unggul dan berdaya saing mendapat ridho Allah SWT," sebutnya.

Wakil Bupati Siak H Husni merza BBA MM mengucapkan terimkasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang secara konsisten dan berkelanjutan menyerahkan BKK kepada desa-desa.

Husni berharap BKK ini dapat di maksimalkan pemerintah kampung. Selain pemberdayaan masyarakat juga penurunan angka stunting atau tengkes dan miskin ekstrim.

"Kami atas nama Pemkab Siak, mengucapkan terimkasih kepada pak Gubernur Syamsuar, yang menyerahkan secara langsung BKK ini," ucap Husni.

"Kami ingatkan diantara alokasi bantuan khusus ini, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh kampung, sesuai arah kebijakan pemanfaatannya. Terutama yang kami ingatkan di dalamnya ada alokasi pengentasan kemiskinan ekstrim dan penurunan stunting," ujarnya.

Dihadapan Gubernur Drs H Syamsuar MSi, Husni juga memaparkan terkait pemberdayaan ekonomi di kampung-kampung dapat bergerak dengan BUMKam melalui pemberdayaan masyarakat.

"Pak Gubernur, kami mengarahkan program ekonomi kerakyatan, kita arahkan bagaimana pemberdayaan masyarakat, tujuannya mengentaskan kemiskinan ekstrim. Jadi, sekali rengkuh dayung dua, tiga pulau terlampaui," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)