Ternyata, Meskipun PLTU Tenayan Raya Beroperasi Listrik Tetap Akan Padam Bergilir

datariau.com
1.061 view
Ternyata, Meskipun PLTU Tenayan Raya Beroperasi Listrik Tetap Akan Padam Bergilir
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Diperkirakan, Desember mendatang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya mulai beroperasi. Meski berkekuatan daya 2X100 megawatt, bukan berarti satu jaminan listrik di Riau tak padam lagi.

Apa pasal? Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau Syahrial Abdi, persoalan utama selama ini yang menyebabkan masih seringnya terjadi pemadaman, karena Riau baru memiliki delapan gardu induk, dari 19 gardu induk idealnya.

Adapun keberadaan PLTU Tenayan Raya yang rencananya akan beroperasi akhir tahun ini, justru terpasang langsung pada interkoneksi Sumetera, yang artinya daya 2X100 yang dihasilkan dibagi lagi ke seluruh wilayah provinsi mulai dari Aceh hingga Lampung.

"Daya yang dihasilkan dari 2X100 dari PLT Tenayan Raya itu tidak semata-mata dinikmati masyarakat Riau. Itu masuk ke dalam interkoneksi Sumatera. Dia menghantar atau menyuplai daya ke seluruh jaringan listrik yang ada di dinterkoneksi Sumatera. Artinya seluruh Sumatera bisa menikmati itu. Persoalannya, gardu induk kita cuma ada delapan. Sementara idealnya Riau punya 19 gardu induk," kata Syahrial Abdi, Senin (26/9/2016).

Dijelaskannya, gardu induk berfungsi mendistribusikan daya ke jaringan-jaringan listrik ke masyarakat, yang diambil dari interkoneksi Sumatera itu. Jika kebutuhan 19 gardu induk terpenuhi, maka aliran tentu juga dapat terpenuhi. Namun karena gardu sebagai penyuplainya kurang, maka distribusinya ke masyarakat pun kurang maksimal.

Karena itu, selain pembangunan PLTU Tenayan Raya yang sudah mau dioperasikan, seharusnya penambahan gardu induk juga dilakukan. Sehingga, aliran daya yang sepenuhnya tersambung ke interkoneksi Sumatera bisa dinikmati kembali untuk masyarakat Riau melalui gardu induk.

Adapun tanggungjawab penambahan gardu induk adalah dari PLN, melalui Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) tahunan, bukan pemerintah daerah. "Jadi bukan pembangkitnya diperbanyak, tetapi gardu induknya diperbanyak untuk mendistribusikan daya ke masyarakat. Apalagi kebutuhan masyarakat akan listrik semakin bertambah, migrasi ke Riau terus bertambah," papar Syahrial.

Editor
: Zardi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)