Salah Sasaran, Subsidi Elpiji 3 Kg Ikut Dinikmati Kalangan Kaya

datariau.com
1.611 view
Salah Sasaran, Subsidi Elpiji 3 Kg Ikut Dinikmati Kalangan Kaya

JAKARTA, datariau.com - Belanja subsidi yang diusulkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 mengalami pembengkakan. Kenaikan belanja terjadi untuk semua sektor, terutama subsidi LPG (elpiji) 3 kilogram.

Berdasarkan usulan pemerintah, belanja subsidi energi dalam anggaran perubahan naik menjadi Rp 103,1 triliun dari target sebelumnya dalam APBN sebesar Rp 77,3 triliun. Kenaikan cukup signifikan terjadi untuk belanja subsidi LPG 3 kilogram dari sebelumnya dianggarkan Rp 22 triliun, membengkak menjadi Rp 40,5 triliun.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menilai pembengkakan belanja subsidi LPG 3 kilogram disebabkan penyalurannya selama ini salah sasaran. Sebab, hampir semua masyarakat baik yang mampu atau tidak mampu bisa menggunakan LPG 3 kilogram.

"Subsidi bukan hal yang haram dan tabu, tapi harus tepat dan juga memiliki implikasi tujuan prioritas. Pertama, tujuan menjaga daya beli masyarakat. Kedua, ketepatan sasaran yang berhak masyarakat miskin," kata Enny, Ahad (9/7/2017), dikutip kumparan.com.

Enny membandingkan implementasi subsidi LPG 3 kilogram dengan implementasi penyaluran subsidi listrik yang mudah dijalankan. Menurut dia, pendataan pengguna listrik masyarakat mempermudah penyaluran subsidi.

"Kita bandingkan ketika pemerintah melakukan pencabutan subsidi PLN, alasannya pengguna listrik 18 juta masyarakat yang tidak berhak menerima subsidi. Sekarang pemerintah tiba-tiba ingin meningkatkan subsidi LPG, kira-kira lebih essensial mana listrik dengan LPG?" ujarnya.

Menurut Enny, pemerintah harus melakukan verifikasi yang ketat terhadap penyaluran subsidi LPG 3 kilogram. Sebab, jika tidak ditekan maka akan terus membebani anggaran negara.

"Rumah tangga lebih memilih yang 3 kilogram karena kesederhanaan dan kemudahan. Kalau 12 kg berat, ukurannya besar, apalagi kalau rumahnya di rumah susun. Artinya masyarakat menggunakan 3 kg lebih karena tidak hanya keterjangkauan alasan harga, tetapi juga terkait persoalan teknis penggunaan," ujarnya.

Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)