Miris, Gabah Rohil Dijual Keluar, Berasnya Dibeli Kembali Dengan Harga Mahal

datariau.com
900 view
Miris, Gabah Rohil Dijual Keluar, Berasnya Dibeli Kembali Dengan Harga Mahal

RIMBAMELINTANG, datariau.com - Musim panen yang telah lewat, hasil panen petani cukup melimpah. Bahkan, gabah yang habis dirontok dari tangkainya itu langsung dijual dan diangkut keluar daerah. Lantas kini, masyarakat pada umumnya yang bukan petani malah membeli beras dari gabah itu kembali.

Demikian hal ini diungkapkan Icha, seorang pedagang beras di Pematang Sikek kepada Datariau.com, Jumat (17/11/2017), bahwa pihaknya kembali menjual beras yang diambil dari luar daerah, seperti Kabupaten Siak dan Sumut. Padahal, kata Icha, gabah petani di daerah itu sangat banyak namun hampir seluruhnya dijual keluar daerah.

"Beras lokal nggak ada. Ini beras ladang juga, tapi dari luar daerah," kata Icha.

Bahkan, lanjutnya, harga beras dari luar itu kini terpaksa dijual dengan harga mahal. Mulai dari harga Rp105.000 hingga Rp110.000 per 10 Kg. Namun jika harga beras lokal, masih bisa dijual dikisaran Rp100 ribu, bahkan bisa dibawah itu.

"Sekarang pun beras mahal. Padahal beras dari padi petani sini juga kita beli lagi. Kalau beras lokal di kilang padi kosong, jadi suplai beras dari luar harga juga mahal," katanya.

Selan itu juga diakui Umar, selaku tengkulak pembeli gabah di Teluk Pulau Hilir, gabah yang ia beli dijual kembali ke luar daerah. Ada yang dibawa ke Sumut, Bengkalis dan Siak. Rata-rata petani menjual semua hasil panennya. Hanya menyimpan beberapa karung untuk makan saja.

"Kita kan pembeli. Banyak kita buang (jual) keluar lah. Ada ke Siak kadang ke Sumut. Kilang padi disini tak bermodal, jadi petani tetap mau menjual. Ya terpaksa kita jual keluar lagi," akunya.

Sementara, Andre mengaku bingung dengan harga beras yang seharusnya bisa murah pasca panen, namun malah sebaliknya harga semakin menjadi tinggi. Malah melebihi dari harga biasanya. 

"Biasa sepuluh kilo paling Rp100 ribu, malah ada harga yang Rp95 ribu. Sekarang tak dapat lagi," keluhnya.

Penulis
: Samsul
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)