Keutamaan Mengingat Mati

Ruslan
2.240 view
Keutamaan Mengingat Mati
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Hadid: 16).

Abu Hurairah radhiallahu anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau berkata,

“Perbanyaklah mengingat hal yang akan memutuskan berbagai kenikmatan yaitu mati.” (HR. Ashabus Sunan; Syaikh al-Albani menilainya sahih dalam al-Irwa’).

Bahkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukan ziarah kubur dan menganjurkannya. Sebab, ziarah kubur akan mengingatkan pada kematian. Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Dahulu aku melarang kalian dari ziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kubur.” (HR. Muslim).

Dalam sebuah riwayat, “Sesungguhnya, ziarah kubur itu akan mengingatkan kita kepada akhirat.”

Berikut ini beberapa faedah yang akan didapatkan oleh orang-orang yang senantiasa mengingat mati.

Melembutkan hati untuk bersegera memohon ampun atas dosa-dosa dan bertobat kepada Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu serta kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133).

“Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu’.” (at-Tahrim: 8).

Ibnu Umar radhiallahu anhuma meriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla akan menerima tobat seorang hamba selama rohnya belum sampai di tenggorokan.” (HR. at-Tirmidzi).

Penyesalan setelah datangnya kematian tidaklah akan mendatangkan kebaikan dan keberuntungan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu). Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (al-Mu’minun: 99-100).

Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (an-Nur: 31).

Membangkitkan semangat untuk beribadah sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.

Itulah sebaik-baik perbekalan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (al-Hijr: 99).

“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (al-Muzzammil: 20).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Bersemangatlah kamu untuk melakukan apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, serta janganlah kamu malas.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu).

Menyebabkan hati memiliki sikap qana’ah (merasa cukup) terhadap dunia.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Akan tetapi, kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi; sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (al-A’la: 16-17).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Pada hari kiamat, didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya di dunia dari kalangan penghuni neraka. Kemudian, dia dicelupkan ke dalam neraka sekali celupan. Dia lalu ditanya, “Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan? Apakah pernah terlintas pada dirimu kenikmatan?”

Dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku.”

Didatangkan pula orang yang paling susah hidupnya di dunia, tetapi dia dari kalangan penghuni surga. Kemudian, dia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan. Setelah itu, dia ditanya, “Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesusahan? Apakah pernah terlintas pada dirimu kesempitan hidup?”

Dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku. Tidak pernah terlintas padaku kesempitan dan aku tidak pernah melihat kesusahan.” (HR. Muslim)

Ad-Daqqaq rahimahullah berkata,

“Barang siapa banyak mengingat mati, dia akan dimuliakan dengan tiga perkara: (1) segera bertobat, (2) hatinya qana’ah terhadap dunia, dan (3) semangat beribadah.

Barang siapa melupakan mati, dia akan dibalas dengan tiga perkara: (1) menunda-nunda tobat, (2) hatinya tidak qana’ah terhadap dunia, dan (3) malas beribadah.

Maka dari itu, ingat-ingatlah kematian, sakaratulmaut, dan susah serta sakitnya, wahai orang yang tertipu dengan dunia!” (at-Tadzkirah, hlm. 10).

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)