Shalat Jumat di Atas Kapal Pesiar, Bolehkah?

datariau.com
1.307 view
Shalat Jumat di Atas Kapal Pesiar, Bolehkah?
Gambar: Aksi.id
ILUSTRASI: Shalat Id di kapal.
DATARIAU.COM - Perlu diketahui bahwa salah satu syarat sah shalat Jumat yang diharuskan oleh mayoritas ulama (diantaranya Imam Syafi'i dan Imam Ahmad) adalah al-istiithaan. Dan makna al-istiithaan adalah dilaksanakan di sebuah daerah/wilayah/perkampungan yang dijadikan tempat tinggal tetap (wathan), dan juga oleh sekelompok orang yang mukim di wathan tersebut. (Lihat: Minhaaj ath-Thaalibiin karya An-Nawawi dan Al-Mughni karya Ibn Qudamah).

Maka, pendapat yang kuat adalah tidak sah jika shalat Jumat dilaksanakan di atas kapal pesiar, dan oleh sekelompok/rombongan musafir.

Adapun solusinya, sebagaimana diterangkan oleh para ulama, adalah melaksanakan salat Zuhur secara berjamaah, baik dengan qashar (2 rakaat), atau pun itmaam (4 rakaat).

Dan anda tidak perlu bersedih kehilangan pahala dan keutamaan salat Jumat, karena demikianlah kemudahan yang Allah subhaanahu wa ta'aala berikan kepada seorang musafir, dan Allah taaala suka jika keringanan yang Ia tawarkan dipergunakan oleh hamba-Nya. Dan juga demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullaah shallallaahu alaihi wa sallam dalam seluruh perjalanan beliau, dan di antaranya adalah safar yang paling mulia, yaitu di Haji Wada', di Hari Arafah yang ketika itu bertepatan dengan hari Jumat. Beliau melaksanakan salat Zuhur secara berjamaah dan qashar bersama puluhan ribu sahabatnya. Dan demikian pula yang kemudian dipraktekkan oleh para Khulafaur Rasyidin dalam setiap safar mereka, termasuk setiap safar mereka ketika memimpin rombongan haji kaum muslimin.

Wallaahu ta'aala a'lam, wa-sh shalaatu alaa Nabiyyinaa khairi-l anaam. (*)
Sumber
: https://konsultasisyariah.com/35637-hukum-shalat-jumat-di-kapal-pesiar.html
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)