Dalam Kondisi Apapun, Bom Bunuh Diri Terlarang Dalam Islam

datariau.com
952 view
Dalam Kondisi Apapun, Bom Bunuh Diri Terlarang Dalam Islam
Ilustrasi

DATARIAU.COM - Adanya sekelompok orang yang mengait-ngaitkan bom bunuh diri dengan ajaran Islam, merupakan kekeliruan yang nyata. Islam tidak pernah mengajarkan merusak.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalan Abu Barzah Al-Aslami, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya,

يَا رَ سُوْ لَ الله ِدُ لَّنِي عَلَى عَمَلٍ أَ نْتَفِعُ بِهِ قَالَ:اِعْزِلْ الْأَ ذَى عَنْ طَرِ يْقِ الْمُسْلِمِيْنَ

“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (HR Muslim, 13:49; Ibnu Majah, 11:78).

Islam mengajarkan umatnya untuk berkasih sayang, bahkan gangguan di jalan seperti duri, ranting dan sejenisnya yang dinilai akan bisa mencelakai pengguna jalan, maka seorang muslim diajarkan untuk membuang gangguan di jalan itu.

Dari satu hadits ini saja sudah jelas, Islam tidak akan mungkin mengajarkan bom bunuh diri. Islam juga menghukumi pelaku bom bunuh diri sebagai perilaku yang sangat terlarang, bahkan pelakunya disebut kekal dalam neraka jahannam, karena bom bunuh diri bukan jihad.

Seperti diterangkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam jawabannya di pertanyaan almanhaj.or.id, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: Bagaimana dengan hukuman syar’i terhadap orang yang membawa bom di tubuhnya kemudian meledakkan dirinya di tengah kerumunan orang-orang kafir dengan maksud untuk menghancurkan mereka? Apakah bisa dibenarkan beralasan dengan kisah pemuda yang memerintahkan raja untuk membunuh dirinya?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjawab, orang yang meletakkan bom di badannya lalu meledakkan dirinya di kerumunan musuh merupakan suatu bentuk bunuh diri dan ia akan disiksa di Neraka Jahannam selamanya, disebabkan perbuatan tersebut, sebagaimana telah disebutkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa orang yang membunuh dirinya dengan sesuatu ia akan disiksa karenanya di Neraka Jahannam.

Sungguh aneh orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut, sedangkan mereka membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisa’/4 : 29]

Akan tetapi mereka tetap saja melakukannya, apakah mereka mendapatkan sesuatu? Apakah musuh telah kalah? Ataukah sebaliknya, mereka semakin keras terhadap orang-orang yang melakukan pebuatan ini, seperti yang sedang terjadi di negeri Yahudi, di mana perbuatan-perbuatan tersebut menjadikan mereka semakin sombong bahkan kami menemukan data bahwasanya Negara Yahudi pada pertemuan terakhir golongan kanan menang yaitu mereka yang ingin menguasai bangsa Arab.

Akan tetapi orang yang berbuat seperti ini yang beranggapan bahwa ini adalah perngorbanan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala kami mohon kepada Allah agar ia tidak disiksa karena telah menakwilkan dengan takwil yang salah.

Adapun beralasan dengan kisah pemuda tadi, maka perbuatan pemuda tersebut menjadikan orang masuk Islam bukannya menghancurkan musuh. Oleh karena itu, ketika raja mengumpulkan orang banyak lalu ia mengambil anak panah dari tempat pemuda itu seraya berkata: Dengan nama Allah tuhan pemuda ini, orang-orang pun berteriak: Tuhan adalah Tuhannya pemuda ini, sehingga menghasilkan ke-Islaman orang banyak.

Apabila terjadi seperti kisah pemuda ini maka bolehlah beralasan dengan kisah tersebut. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepada kita agar diambil sebagai pelajaran. Akan tetapi orang-orang yang beranggapan bahwasanya boleh membunuh diri mereka jika mampu membunuh sepuluh atau seratus dari pihak musuh, hal itu hanyalah menimbulkan kemarahan dalam diri musuh serta mereka semakin berpegang dengan keyakinan mereka.

Maka sejatinya sebagai umat Islam, kita perlu belajar dan menuntut ilmu yang bersumber Al Quran dan sunnah, tidak menyimpang dengan doktrin-doktrin keji yang bertopengkan jihad.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)