Bermaksiat Saat Sendirian Itu Lebih Berbahaya

datariau.com
1.667 view
Bermaksiat Saat Sendirian Itu Lebih Berbahaya
Ilustrasi. (Foto:Int)

DATARIAU.COM - Seorang yang mungkin segan bermaksiat bersama rekan-rekannya di keramaian, namun saat dia sendirian leluasa melakukan maksiat, misalnya memandang sesuatu yang terlarang di internet.

Ternyata, kelakuan ini -bermaksiat tatkala sendiri, lebih berbahaya saat bermaksiat bersama rekan-rekan di keramaian.

Seorang bijak berkata :

إِنَّ ذُنُوْبَ الْخَلَوَاتِ هِيَ أَصْلُ الاِنْتِكَاسَاتِ ، وَعِبَادَاتُ الْخَفَاءِ هِيَ أَعْظَمُ أَسْبَابِ الثَّبَاتِ

"Sesungguhnya dosa-dosa yang dilakukan tatkala bersendirian merupakan pokok sebab keterbalikan seseorang (dari sholeh menjadi rusak). Dan ibadah-ibadah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi merupakan sebab terbesar tegarnya seseorang (di atas agama)."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ الْجَنَّةِ فِيْمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّار

"Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan surga –menurut yang nampak bagi masyarakat- padahal ia termasuk penduduk neraka." (Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah)

Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jaami'ul 'Uluum wal Hikam menjelaskan bahwasanya seseorang bisa saja terlihat di hadapan masyarakat benar-benar mengerjakan amalan-amalan kebajikan. Akan tetapi kondisi batinnya yang sesungguhnya adalah sebaliknya. Hal ini menyebabkan ia meninggal dalam kondisi su’ul khootimah, karena ada amalan keburukan (maksiat) yang ia lakukan secara tersembunyi yang tidak diketahui oleh orang lain, atau yang semisalnya.

Karenanya berhati-hatilah dari dosa-dosa yang anda lakukan tatkala bersendirian.
tatkala anda menutup pintu-pintu.
tatkala tidak ada mata yang melihat.

Zainal Abidin rahimahullah berkata:

مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي

Betapa sayangnya Allah padaku, karena telah menangguhkan hukuman-Nya,
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku, meski aku terus melakukannya.

تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ

Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dosa-dosa),
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan.

أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي

Akulah orang yang telah menutup pintu,
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku.

يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي

Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat,
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku.

Penulis
: Ustadz DR Firanda Andirja, MA
Editor
: Redaksi
Sumber
: http://www.salamdakwah.com/artikel/4914-bahaya-maksiat-tatkala-sendiri-secara-sembunyi
Tag:maksiat
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)