9 Cara Menyambut Ramadan

Oleh: Affan bin asy-Syaikh Shiddiq as-Surkati
datariau.com
3.274 view
9 Cara Menyambut Ramadan

DATARIAU.COM - Saat ini kita berada di penghujung bulan Jumadil Akhir, artinya hanya dua bulan saja lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Untuk memasuki bulan yang mulia itu, kita perlu melakukan berbagai persiapan, berikut caranya:

Cara Pertama:

Berdoa agar menyampaikan umur kita hingga Bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar kamu dapat semangat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik itu berupa puasa, salat malam, atau zikir.

Cara Kedua:

Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas umur panjangmu hingga dapat bertemu Bulan Ramadhan. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar berkata, “Ketahuilah bahwa dianjurkan bagi orang yang senantiasa mendapatkan nikmat yang tampak atau terhindar darinya musibah yang tampak, untuk melakukan sujud syukur sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memuji Dzat Yang Berhak dipuji.”

Salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala terbesar yang dikaruniakan kepada hamba adalah berupa taufik untuk melakukan ketaatan dan ibadah, karena hanya dengan datangnya Bulan Ramadhan kepada seorang Muslim dalam keadaan sehat merupakan kenikmatan agung yang wajib disyukuri dan dilimpahkan puja dan puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengaruniakan hal itu.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, pujian yang melimpah yang selayaknya bagi kemuliaan Dzat-Nya dan keagungan kuasa-Nya..

Cara Ketiga:

Merasa bahagia dan sukacita. Dulu para Salafus Shalih dari generasi sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Tabi’in benar-benar memberi perhatian besar kepada Bulan Ramadhan dan bersuka cita atas kedatangannya.

Adakah kebahagiaan lain yang lebih besar daripada kabar tentang Ramadhan yang sebentar lagi datang, sebagai musim kebaikan dan turunnya rahmat.

Cara Keempat:

Mengumpulkan semangat dan membuat perencanaan matang untuk memanfaatkan Bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Banyak orang -dan sangat disayangkan juga terjadi pada orang-orang yang konsisten menjalankan ajaran agama- yang membuat perencanaan detil dalam urusan-urusan duniawi.

Namun, sedikit sekali dari mereka yang membuat perencanaan dalam urusan-urusan akhirat. Hal ini merupakan akibat dari ketidaktahuan mereka tentang tugas orang beriman di dunia ini, dan sikap abai atau pura-pura abai bahwa seorang Muslim memiliki banyak kesempatan bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan waktu-waktu penting untuk mendidik dirinya, agar dapat konsisten di atas agama.

Di antara contoh perencanaan untuk akhirat adalah membuat perencanaan memanfaatkan Bulan Ramadhan untuk ketaatan dan ibadah. Seorang Muslim hendaknya menyusun program-program amalan untuk memanfaatkan waktu siang dan malam Bulan Ramadhan dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan risalah di hadapanmu ini akan membantumu untuk memanfaatkan Bulan Ramadhan untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, insya Allah.

Cara Kelima:

Membulatkan tekad yang tulus untuk memanfaatkan Bulan Ramadhan dan mengisinya dengan amal-amal salih. Barang siapa yang berniat tulus kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membenarkan niatnya dan memberinya pertolongan untuk menjalankan ketaatan serta memudahkan baginya jalan-jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

فَلَو?' صَدَقُوا اللَ?'هَ لَكَانَ خَي?'رًا لَهُم?'

“Padahal, jika mereka benar (beriman dan taat) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21).

Cara Keenam:

Membekali diri dengan ilmu-ilmu tentang hukum yang berkaitan dengan Bulan Ramadhan. Orang yang beriman wajib beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan landasan ilmu. Ia tidak mendapatkan uzdur atas kebodohannya terhadap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan bagi para hamba-Nya, di antaranya adalah Puasa Ramadhan, sehingga seorang Muslim harus mempelajari perkara-perkara tentang puasa dan hukum-hukumnya sebelum Bulan Ramadhan datang, agar puasanya sah dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَاس?'أَلُوا أَه?'لَ الذِ?'ك?'رِ إِن?' كُن?'تُم?' لَا تَع?'لَمُونَ

“Maka, bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43).

Cara Ketujuh:

Kita harus menyambut Bulan Ramadhan dengan tekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan kesalahan, juga dengan taubat yang sebenar-benarnya dari segala kemaksiatan, berhenti dari melakukannya, dan tidak kembali mengerjakannya. Bulan Ramadhan adalah bulan taubat, barang siapa yang tidak bertaubat di dalam bulan ini, maka kapan lagi ia akan bertaubat? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَ?'هِ جَمِيعًا أَيُ?'هَ ال?'مُؤ?'مِنُونَ لَعَلَ?'كُم?' تُف?'لِحُونَ

“Bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Cara Kedelapan:

Menyiapkan mental dan jiwa dengan cara membaca buku-buku, artikel-artikel, atau mendengar ceramah-ceramah islami yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan puasa dan hukum-hukumnya, agar jiwa bersiap untuk menjalankan ketaatan pada Bulan Ramadhan.

Cara Kesembilan:

Kita menyambut Bulan Ramadhan dengan membuka lembaran baru dengan:

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan taubat yang tulus

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan menaati perintah beliau dan menjauhi larangan beliau.

Kedua orang tua, kerabat, keluarga dekat, pasangan, dan anak-anak dengan berbakti dan menjaga silaturahmi.

Masyarakat yang menjadi lingkungan hidup kita, agar kita menjadi hamba yang saleh dan bermanfaat.

Demikianlah selayaknya seorang Muslim menyambut Bulan Ramadhan, seperti sambutan tanah tandus yang merindukan hujan, sambutan orang sakit terhadap dokter yang mengobatinya, dan sambutan seseorang terhadap kekasihnya yang telah lama pergi.***

Sumber: konsultasisyariah.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)