Seorang Pasien RSJ Tampan Tewas Gantung Diri, Komisi III Tuding Karena Pengawasan Lemah

2.307 view
Seorang Pasien RSJ Tampan Tewas Gantung Diri, Komisi III Tuding Karena Pengawasan Lemah
Kondisi korban pasien RSJ Tampan yang gantung diri. (foto: goriau.com)
PEKANBARU, datariau.com - Seorang pasien rumah sakit jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandi, Kamis (15/10/2015). DPRD menyayangkan karena lemahnya pengawasan para petugas rumah sakit.

"Kenapa ini bisa terjadi. Itu perawatnya kemana, kok bisa lalai mengawasi pasien," kata Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Fikri Wahyudi Hamdani SSos, saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kamis (15/10/2015).

Dikatakan politisi Partai NasDem ini, pengawasan lemah dari pihak rumah sakit dinilai jadi indikator utama penyebab kejadian. Sehingga, Standard Operating Procedure (SOP) manajemen perlu dievaluasi guna menghindari hal-hal yang dapat dicegah sebelum timbul ancaman serius.

"SOP-nya perlu dipertanyakan lagi, apa tidak ada indikasi yang terlihat dari pasien. Kan orang sakit itu pasti ada tanda-tandanya, ketika ada yang janggal jangan biarkan kemana-mana sendiri," ujar Fikri lagi.

Disampaikannya, pengawasan yang dilakukan pihak rumah sakit seharusnya dapat dimaksimalkan. Apalagi, pasien yang diketahui ini bukanlah pasien biasa yang bisa ditinggal-tinggal. Ini adalah pasien luar biasa yang mana pengawasan ektra diluar dari keterbatasan orang normal, wajib difungsikan dan dibangun melalui implementasi SOP yang diberlakukan pihak rumah sakit.

Disinggung pengasawan ekstra yang dimaksudkan, Fikri menjelaskan bahwa pasien di RSJ naungan otoritas Provinsi Riau itu, haruslah mendapat perhatian lebih. Sebab, bisa saja pasien abnormal dari berbagai latar belakang dapat mencinderai dan membahayakan dirinya sendiri apalagi orang di sekitarnya.

"Pengawasan pihak rumah sakit ini jangan disamakan dengan rumah sakit lainnya, ini rumah sakit yang mana pasiennya merupakan sudah diluar normal, harus ada pengawasan ekstra, harus dipantai dari aksi-aksi pasien yang akan merugikan diri pasien itu sendiri ataupun pasien dan lingkungan rumah sakit secara umum," ulasnya.

Korban gantung diri ini diketahui bernama Kadiman (46). Pasien ini ditemukan pertama kali oleh seorang perawat di kamar mandi sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi, pasien melilitkan lehernya menggunakan celana panjang. Korban ini merupakan warga Perum Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Kadiman dihunikan di rumah sakit jiwa ini sejak 13 Maret 2015 lalu. Tidak diketahui pasti apa penyebab Kadiman mengakhiri hidupnya dengan cara tragis dalam kondisi kejiwaan masih tidak normal ini. (kur)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)