PT MIG Dinilai Tidak Beres Kelola Sampah di Pekanbaru, DPRD Minta Evaluasi

1.318 view
PT MIG Dinilai Tidak Beres Kelola Sampah di Pekanbaru, DPRD Minta Evaluasi
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Pengelolaan sampah di 8 kecamatan di Pekanbaru sudah diserahkan kepada pihak ketiga. Namun perusahaan yang ditunjuk yakni PT Multi Guna Inti (MIG) dinilai tidak profesional dan perlu dievaluasi.

"Sesuai kesepakatan, setiap hari diangkut 600 ton sampah, nyatanya saat ini sampah yang ada saja tidak terangkut. Kita minta harus ada evaluasi," ungkap Anggota DPRD Kota Pekanbaru Kudus Kurniawan, Selasa (24/11/2015).

Menurutnya, dalam ekspos yang dilakukan Pemko Pekanbaru sebelum mengajukan anggaran pengelolaan sampah Rp53 miliar secara multiyears, bahwa perusahaan yang ditunjuk nantinya akan mampu mengangkut sampah lebih baik dari sebelumnya saat dikelola Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pekanbaru.

"Apapun itu (alasannya), kita minta kontraktor yang melaksanakan pekerjaan harus dapat memecahkan persoalan persampahan yang ada di kota Pekanbaru, karena persoalan pengelolaan sampah yang dimasukan ke anggaran multiyears adalah tujuannya untuk membuktikan pemerintah serius dalam memecahkan persoalan sampah agar dapat terselesaikan," tuturnya.

Kepada DKP, Kudus meminta agar segera melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang kini tidak melaksanakan pekerjaannya dengan baik dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Dimana, masyarakat mengeluh karena sampah menumpuk di beberapa ruas jalan di Pekanbaru semakin hari semakin parah.

"DKP perlu lakukan evaluasi, iya evaluasi saja dan buat rencana kerja dalam persoalan ini, yang penting sampah terangkut atau buat semacam adendum, dan kita harapkan dilakukan rapat kerja lagi untuk membahas persoalan ini. Anggaran sudah ada dan pekerjaan harus juga maksimal," pintanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gabungan Said Usman juga mempertanyakan karena masih adanya pungutan di masyarakat termasuk di DKP untuk pengangkutan sampah ini. Ia secara pribadi bahkan langsung mendapat laporan dari masyarakat bahwa pungutan sampah tetap jalan, padahal sudah di-multiyears-kan.

"Sesuai komitmen DKP saat mengajukan anggaran, DKP telah berjanji barang ini aman, ternyata di wilayah Pekanbaru saat ini masih banyak warga yang komplen. Terus terang kita sangat mempertanyakan komitmen DKP ini. Karena kita melihat sampah yang ada saja belum terangkat dengan baik," ujarnya.

Said juga menyayangkan bahwa perusahaan yang memenangkan tender untuk mengelola sampah di Pekanbaru tidak melaksanakan tugas dengan baik. Padahal anggaran yang dikeluarkan untuk pengelolaan sampah ini sangat besar. "Kita menuntut tanggung jawab DKP, ini kok baru bekerja sudah timbul kendala, kita minta DKP segera evaluasi agar tidak menjadi bomerang di tengah masyarakat," ujarnya.

Seperti diketahui, dari lelang yang dibuka ULP Pekanbaru maka yang dinilai panitia lelang yang memenuhi syarat adalah PT Multi Guna Inti (MIG). Saat ekspos dengan DPRD, perusahaan ini dijanjikan bisa angkut 600 ton perhari. Namun belakangan diketahui, perusahaan tersebut hanya mampu angkut 300 ton sampah saja. Maka sampah menumpuk di ruas jalan Pekanbaru.

(jbn)

Ikuti perkembangan berita ini, klik (Disini) atau bisa juga (Disini)

Tag:sampah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)