Pangkalan Banyak Kosong, Disperindag Diminta Razia Pengecer Gas 3 Kg

1.396 view
Pangkalan Banyak Kosong, Disperindag Diminta Razia Pengecer Gas 3 Kg
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Permainan pendistribusian gas elpiji subsidi 3Kg semakin membuat menderita masyarakat. Di pangkalan gas itu habis sementara di pengecer malah menumpuk dengan harga selangit.

"Kita minta Disperindag merazia para pengecer ini, mengapa mereka bisa mendapatkan gas elpiji sebanyak itu. Tentu kita menduga ini ada permainan dengan pangkalan," ungkap Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru H Darnil SH kepada datariau.com melalui selulernya, Kamis (15/10/2015).

Dijelaskan Politisi Partai Hanura ini, kondisi kelangkaan elpiji subsidi selama ini sudah membuat masyarakat yang ekonominya sulit semakin sulit. Gas elpiji sulit didapat, pangkalan yang ada di Kota Pekanbaru pada kosong sementara di kedai ada diecer dengan harga yang mahal berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp35 ribu pertabung.

"Dalam aturan kan jelas gas subsidi ini tidak diperbolehkan dijual kepada pengecer, ini yang merusak harga di lapangan. Padahal di pangkalan harga elpiji subsidi ini hanya berkisar Rp18 ribu sekian, sampai di pengecer menjadi Rp30 ribu lebih, ini namanya sudah penyimpangan dan bisa dipidana," terang Darnil lagi.

Menurutnya, Disperindag tidak boleh duduk enak saja di kantor sementara masyarakat menjerit, lakukan patroli. Jika ada ditemukan di kedai atau di toko yang menjual elpiji, dan itu bukan pangkalan maka Disperindag diminta tegas. "Karena yang boleh menjual elpiji ini hanya pangkalan, ini harusnya diperhatikan Disperindag," tegasnya.

Seperti pantauan di Jalan HR Soebrantas, Panam misalnya, beberapa kedai di pinggir jalan tersebut menjual elpiji 3Kg, stok mereka banyak bahkan ada yang mangkal menggunakan becak menjual elpiji 3Kg dengan harga tinggi.

"Ini yang perlu ditertibkan. Jika Disperindag bisa menertibkan penjualan di pengecer ini, saya yakin elpiji di pangkalan tak akan habis," ujarnya.

Satu lagi yang tidak kalah penting, kata Darnil, sesuai dengan peruntukannya, elpiji 3Kg hanya bagi rumah tangga miskin. Namun kenyataan di lapangan, elpiji subsidi ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha seperti usaha nasi goreng, bakso, dan lainnya.

"Ini juga harus ditertibkan, berikan tindakan tegas kepada pelaku usaha yang menyalahgunakan elpiji. Saya pribadi sangat kecewa dengan penyimpangan penggunaan elpiji subsidi ini, karena berapa banyak masyarakat kecil yang menderita jadinya," pungkas Ketua DPC Hanura Pekanbaru ini. (rik)

Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)