PEKANBARU, datariau.com - Masih berlangsung kelangkaan dan mahalnya elpiji subsidi 3kg, khususnya di kawasan Kota Pekanbaru, membuat Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, mengagendakan pemanggilan terhadap agen yang menyalurkan gas subsidi ke pangkalan.
"Kita segera memanggil agen elpiji untuk dihearing. Kita ingin memastikan kenapa elpiji 3 Kg tersebut masih langka dan mahal. Termasuk Pertamina dan Disperindag juga akan kita panggil. Kita risau setiap hari warga terus mengeluh ke DPRD. Kenapa ini bisa terjadi. Apakah benar dugaan sejumlah kalangan ada oknum yang bermain," tegas Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri saat dikomfirmasi melalui selulernya, Jumat (5/6/2015).
Berdasarkan data yang diperoleh Komisi II di Disperindag Kota Pekanbaru, jumlah agen elpiji di Pekanbaru terdata sebanyak 12 agen. "Isu yang kita terima diduga para agen ini bermain di lapangan, sehingga elpiji 3 kg sulit dicari. Tidak menutup kemungkinan juga pangkalan dan oknum Disperindag bermain, maka nanti kita rapat akan lebih jelas," ujar Azwendi.
Politisi Demokrat ini mengaku kesal, kenapa permasalahan ini tidak bisa teratasi. Padahal sudah menjadi penyakit tahunan. Seharusnya dinas terkait sudah membuat terobosan jitu untuk mengantisipasi kejadian ini.
"Kita sudah agendakan hearing pekan depan. Kita minta kerjasama semua pihak terkait, sehingga masalah ini bisa pulih. Apalagi menghadapi Ramadhan dan lebaran ini," ujarnya.
Azwendi mengatakan, pihaknya sangat yakin ada oknum yang bermain. Sehingga agen ataupun pangkalan tetap nekat bermain dan spekulan harga di lapangan.
Sementara itu, Wandi, salah seorang warga di Kecamatan Tampan mengaku, pangkalan di tempatnya selalu kekurangan gas, meskipun gas selalu masuk ke pangkalan.
Begitu pula pemilik pangakalan di Kecamatan Marpoyan, dirinya mengaku sudah dua tahun tidak dijatahi agen tanpa alasan yang jelas dari agen.
"Saya tak pernah lagi dapat jatah, padahal saya tidak menunggak atau berhutang. Meski sudah saya lapor ke Disperindag kota, namun sampai saat ini belum ada kejelasan," ujar Yurizal Candra yang biasa dipasok gas oleh agen PT Alam.
Menanggapi hal ini, Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, saat dihubunggi wartawan kemarin mengaku setuju dengan hearing yang akan dilakukan dewan. Sebab, dengan begitu, akan ketahuan siapa yang bermain dan kemana elpiji 3 kg didistribusikan. (jhb)